Sidoarjo - Program Studi Agrobisnis Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) menggelar webinar dengan tema “Manajemen Rantai Pasok Perikanan dalam Perspektif Keberlanjutan dan Tantangan Global". Kegiatan yang digelar melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber Buyung Purnomo, S.Pi., M.Sc., dosen Perikanan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, pada Kamis (18/9/2025). Sebanyak 95 mahasiswa mengikuti webinar ini.
Dalam pemaparannya, Buyung Purnomo menegaskan bahwa manajemen rantai pasok (supply chain management/SCM) memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, ekonomi, maupun ekologi. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sektor perikanan tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan rantai pasok yang baik, mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi, hingga sampai pada tahap konsumsi oleh masyarakat.
Webinar tema “Manajemen Rantai Pasok Perikanan dalam Perspektif Keberlanjutan dan Tantangan Global”.
“Rantai pasok perikanan bukan hanya soal bagaimana ikan dari laut bisa sampai di meja makan konsumen, tetapi juga menyangkut kesejahteraan jutaan nelayan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pencegahan praktik perikanan ilegal yang merugikan ekosistem,” ujar Buyung Purnomo.
Ia menjelaskan lebih lanjut mengenai tahapan rantai pasok perikanan yang terdiri dari empat komponen utama. Pertama, tahap produksi yang meliputi penangkapan (capture fisheries) maupun budidaya (aquaculture). Kedua, tahap pengolahan yang mencakup pemrosesan, pengemasan, hingga penyimpanan yang tidak lepas dari peran cold chain atau rantai dingin.
Ketiga, tahap distribusi yang berhubungan dengan transportasi, logistik, dan pemasaran. Terakhir, tahap ritel dan konsumsi yang menjadi titik temu antara produk perikanan dengan konsumen akhir.
Menurutnya, pengelolaan rantai pasok yang adaptif dibutuhkan untuk menjawab tantangan era globalisasi.
“Kita menghadapi kompleksitas aktor, dinamika kekuasaan, hingga tuntutan teknologi. Jika tidak ada tata kelola yang inovatif dan adaptif, maka rantai pasok perikanan bisa rapuh di tengah perubahan global yang begitu cepat,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, Buyung juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung keberlanjutan rantai pasok. Teknologi penyimpanan dingin (cold storage), sistem logistik yang efisien, serta digitalisasi pemasaran perikanan dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjaga mutu dan keamanan pangan laut.
“Perikanan kita punya potensi besar, tetapi jika distribusinya tidak efisien, nilai jualnya akan turun. Oleh karena itu, integrasi antara teknologi, tata kelola, dan keberlanjutan harus berjalan seimbang,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lebih luas tentang strategi pengelolaan rantai pasok perikanan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekologi.
Ke depan, Program Studi Agrobisnis Perikanan UB berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang mampu memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menyiapkan mereka menghadapi tantangan industri perikanan yang semakin kompleks.
Tulis Komentar