maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Dialog Pendidikan Mahasiswa KKN-DIK FKIP Unismuh Motivasi Orang Tua di Takalar Fasilitasi Anak Sekolah Hingga Kuliah

$rows[judul] Foto: Dialog Pendidikan Mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar di Takalar. (Istimewa)

Takalar - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Dialog Pendidikan dengan Tema “Membangun Motivasi, Mengurangi Putus Sekolah: Harapan Baru Pendidikan Takalar”, Selasa 16 September 2025. Kegiatan berjalan lancar atas kerja sama SMPN 1 Mappakasunggu dan SDN 29 Banyuanyara yang melibatkan para masyarakat setempat dan para Orang Tua siswa.

Dialog itu menghadirkan dua narasumber: Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar Muhammad Nawir, dan demisioner Ketua BEM FKIP Unismuh Makassar, Andi Ashabul Kahfi.

Kedua narasumber seirama dalam memandang pendidikan sebagai instrumen penting pencerdasan. Terlebih, akses generasi terhadap institusi pendidikan di semua jenjang sudah terbuka lebar.

Meski tak memungkiri masih ada orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya dengan dalih lesu ekonomi. Namun, menurut Kahfi, hal itu mestinya tak menjadi alasan lantara sekolah-sekolah kini mudah diakses, termasuk tak memberatkan ekonomi keluarga.

“Saat ini sudah banyak beasiswa disediakan baik oleh pemerintah maupun perguruan tinggi swasta, salah satunya di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar,” tutur Kahfi.

Karena kesempatan itu ada, kata dia, orang tua perlu mendorong dan memotivasi anaknya agar melanjutkan pendidikan secara berkesinambungan.

Senada dengan itu, Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Muhammad Nawir mempertegas pentingnya menuntut ilmu bagi setiap insan. Sebagai akademisi di Unismuh Makassar (kampus Islami), ia menyitir salah satu ayat Al-Qur’an yang menekankan manusia diwajibkan menuntut ilmu.

“Dalam ajaran Islam, kita diwajibkan untuk menuntut ilmu. Bahkan ada pepatah yang mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China,” ujar dia.

Karena itu, ia mengharapkan masyarakat, khususnya peserta dialog agar memberi ruang bagi anak mereka melanjutkan studi hingga ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk berkuliah. (Rls)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)