Foto: Dyah Arum Sari, seorang pakar manners dan etiquette sedang mengobrol bersama Peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI). (Istimewa)
Jakarta - Suasana pembekalan Duta Maritim Indonesia berlangsung hangat dan penuh antusiasme saat para peserta mendapatkan kesempatan istimewa untuk berdiskusi langsung dengan Dyah Arum Sari, seorang pakar manners dan etiquette yang dikenal luas atas dedikasinya dalam membentuk pribadi berkarakter, profesional, dan berwibawa.
Salah satu peserta asal Sumatera Utara (Sumut) Tamara Tanjung, Duta Maritim Indonesia perwakilan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), menyebut kehadiran duta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa pembinaan etika dan tata krama ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda membawa nama baik Indonesia ke kancah nasional maupun internasional.
Dalam pemaparannya, Dyah membahas secara mendalam berbagai aspek manners dan etiquette yang harus dimiliki oleh seorang duta, mulai dari etika profesional di lingkungan kerja dan acara resmi, tata cara makan formal (table manners) yang meliputi penggunaan peralatan makan hingga urutan penyajian hidangan, sopan santun dalam pergaulan baik di forum formal maupun santai, hingga cara menjaga penampilan dan bahasa tubuh agar selalu mencerminkan kepercayaan diri, wibawa, dan rasa hormat.
Dengan gaya penyampaian yang interaktif, inspiratif, dan sarat pengalaman nyata, beliau menekankan bahwa manners dan etiquette bukanlah sekadar aturan kaku, melainkan seni berinteraksi yang mencerminkan kepribadian, budaya, dan identitas bangsa.
Menurut Dyah, seorang Duta Maritim tidak hanya membawa misi promosi potensi laut dan budaya bahari, tetapi juga menjadi wajah bangsa yang dilihat dunia. Oleh karena itu, sikap, tutur kata, dan penampilan harus selaras dengan nilai-nilai profesionalisme dan penghormatan terhadap lawan bicara.
"Seorang Duta Maritim Indonesia harus siap menjadi teladan, baik dalam mengangkat kekayaan maritim maupun dalam menunjukkan perilaku yang berkelas. Itulah bahasa diplomasi yang dapat berbicara lebih kuat daripada kata-kata," ujar Dyah menutup sesi.
Bagi Tamara Tanjung, sesi bersama Dyah menjadi momen berharga yang memberikan wawasan dan bekal penting. Ia mengaku materi ini membantunya memahami bagaimana memadukan pengetahuan tentang maritim dengan keterampilan berperilaku yang elegan dan penuh rasa hormat, sehingga mampu merepresentasikan budaya maritim Indonesia dengan citra positif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan resmi Duta Maritim Indonesia 2025 yang dilaksanakan di Jakarta, sebagai persiapan menghadapi berbagai agenda strategis dan forum internasional.
“Dengan pengetahuan yang dibagikan oleh Ibu Dyah Arum Sari, diharapkan para duta, termasuk Tamara Tanjung dari Paluta, dapat tampil percaya diri, berintegritas, dan membawa harum nama Indonesia di mata dunia,” tutur Tamara.
Tulis Komentar