Luwu–Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berhasil menyelesaikan program kerja individu berupa pembuatan Buku Saku Doa Harian Santri. Buku ini kemudian diserahkan secara resmi kepada pembimbing Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di desa lokasi KKN.
Buku saku doa harian ini dirancang khusus untuk para santri agar lebih mudah dalam menghafal doa-doa sehari-hari. Bentuknya yang ringkas membuat buku ini praktis dibawa ke mana-mana, sehingga santri bisa membacanya kapan saja, baik saat berada di rumah, sekolah, maupun ketika sedang mengikuti pengajian di TPA.
Menurut penyusun, ide pembuatan buku saku ini muncul dari kebutuhan nyata di lapangan. Banyak santri di TPA yang belum memiliki panduan doa harian secara lengkap, sehingga sering kali mereka kesulitan saat ingin mengulang hafalan.
Melalui buku saku ini, santri diharapkan memiliki panduan sederhana namun bermanfaat untuk meningkatkan hafalan doa-doa penting yang sering diamalkan sehari-hari, seperti doa sebelum belajar, doa masuk wc, doa masuk dan keluar masjid, serta berbagai doa lain yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyerahan buku saku dilaksanakan langsung kepada pembimbing TPA setempat. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan isi dan tujuan pembuatan buku. Pembimbing TPA menyambut baik karya tersebut dan menyatakan bahwa buku ini akan menjadi tambahan yang berharga untuk proses pembelajaran para santri.
Menurutnya, selama ini santri hanya mengandalkan catatan pribadi atau hafalan lisan dari guru, sehingga adanya buku saku yang disusun rapi dan sistematis akan sangat membantu dalam proses belajar mengajar.
Mahasiswa penyusun buku saku doa harian juga menyampaikan bahwa karya ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kecil namun bermakna dari mahasiswa untuk masyarakat.
“Harapan saya, buku ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh santri TPA, sehingga mereka lebih semangat dalam menghafal doa-doa harian. Selain itu, buku ini juga bisa menjadi kenangan dan bukti nyata dari kegiatan KKN yang telah saya jalani di desa ini,” ungkapnya.
Selain berfungsi sebagai panduan doa, buku saku ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan beribadah sejak dini. Dengan terbiasa membaca doa-doa setiap hari, para santri dapat menginternalisasi nilai religius dalam kehidupan mereka. Buku ini sekaligus menjadi media dakwah sederhana yang bisa digunakan oleh masyarakat luas, tidak hanya terbatas di TPA.
Pembimbing TPA menyampaikan apresiasi atas karya yang telah diberikan. Ia berharap buku saku doa harian ini bisa terus digunakan secara berkelanjutan, bahkan mungkin menjadi contoh atau inspirasi bagi santri yang lebih besar atau pihak TPA lain untuk mengembangkan bahan ajar serupa.
“Saya berterima kasih karena mahasiswa sudah membuat buku ini. InsyaAllah akan sangat bermanfaat untuk anak-anak santri dalam memperdalam doa-doa harian mereka,” ujarnya.
Dengan adanya buku saku doa harian ini, diharapkan para santri semakin terbantu dalam proses belajar, sementara masyarakat pun bisa merasakan manfaat dari karya mahasiswa. Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa kontribusi kecil pun dapat memberikan dampak yang cukup besar, terutama dalam bidang pendidikan agama.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian bisa diwujudkan dalam bentuk karya nyata. Buku saku doa harian santri menjadi simbol kerja keras, dedikasi, dan komitmen mahasiswa dalam membantu mencerdaskan generasi muda, khususnya dalam aspek spiritual.
Tulis Komentar