maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

PB HMI Sahkan La Ode Sapiansya sebagai Ketua Badko HMI MPO Sultra

$rows[judul]

Kendari – Estafet kepemimpinan Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Sulawesi Tenggara resmi berganti. La Ode Sapiansya kini resmi mengemban amanah sebagai Ketua setelah melalui prosesi pemilihan pada musyawarah Daerah Badan Koordinasi HMI MPO Sulawesi Tenggara dan pengesahan dari Pengurus Besar (PB) HMI MPO yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor:043/A/KPTS/11/1447 Tentang Pengesahan Formatur Ketua Badan Koordinasi HMI MPO Sulawesi Tenggara (03/05/2026).

Keterpilihan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk merumuskan ulang arah gerak perjuangan mahasiswa Islam di Bumi Anoa.

Visi Transformasi: Membangun Ekosistem Kolaboratif

Dalam keterangan iftitahnya, La Ode Sapiansya menekankan bahwa HMI MPO tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Ia menegaskan bahwa kunci keberlanjutan organisasi di era disrupsi adalah kemampuan untuk membangun jejaring yang luas tanpa mengorbankan independensi.

"HMI MPO Sulawesi Tenggara harus menjadi jembatan (bridge builder). Kita tidak lagi berada di era kompetisi yang saling menjatuhkan, melainkan era kolaborasi. Kami siap bermitra dengan pemerintah provinsi, instansi vertikal, hingga sektor swasta, selama kemitraan itu bermuara pada kesejahteraan masyarakat Sultra," tegas Sapiansya.

Tiga Pilar Utama Kepengurusan kedepan

Di bawah nakhoda baru, BADKO HMI MPO Sultra telah menyiapkan peta jalan (roadmap) yang berfokus pada tiga pilar utama:

Revitalisasi Intelektual: Memastikan setiap kader memiliki kapasitas akademik dan analisis yang tajam terhadap isu-isu lokal, mulai dari pertambangan hingga pemberdayaan UMKM.

Sinergi Lintas Sektor: Membuka ruang komunikasi dengan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan stakeholder untuk mengawal kebijakan publik di Sulawesi Tenggara.

Kemandirian Organisasi: Mendorong kader untuk adaptif terhadap ekonomi digital dan kewirausahaan, sehingga organisasi memiliki daya tahan yang kuat secara internal.

Mengawal Isu Daerah dan Pembangunan Sultra

Sapiansya juga menyoroti berbagai isu krusial yang tengah dihadapi Sulawesi Tenggara, termasuk optimalisasi sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia berjanji bahwa BADKO HMI MPO Sultra akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah.

"Kolaborasi bukan berarti kita bungkam. Justru dengan kolaborasi, kritik yang kita sampaikan akan lebih berbasis data dan solusi. Kita ingin memastikan bahwa pembangunan di Sultra benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa," tambahnya.

Dengan terpilihnya Formatur baru ini, BADKO HMI MPO Sultra siap memulai langkah-langkah strategisnya, membawa semangat pembaruan, dan membuktikan bahwa mahasiswa tetap merupakan pilar penting dalam demokrasi dan pembangunan Sulawesi Tenggara.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)