Foto: Foto bersama peserta saat kunjungan. (Istimewa)
Jakarta – Peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia Batch 4 Aspeksindo melakukan kunjungan ke Museum Pengkhianatan PKI di Jakarta Timur, Sabtu (16/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada isu kemaritiman, tetapi juga penguatan wawasan kebangsaan dan sejarah nasional.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ka Affandi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengingatkan kembali sejarah bangsa, sekaligus mendorong peserta agar terus mengeksplorasi pengetahuan tentang perjalanan Indonesia di masa lalu.
Kunjungan ke museum ini penting untuk menambah wawasan generasi muda tentang sejarah kelam bangsa, khususnya peran Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah menjadi pengkhianat negara. Pemahaman terhadap sejarah tersebut menjadi bekal agar generasi penerus tidak melupakan dan mampu mengambil pelajaran berharga dari masa lalu.
Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan di dalam museum. Mereka mendapatkan pengetahuan baru sekaligus pengalaman langsung dari tempat bersejarah tersebut. Melalui penjelasan dan dokumentasi yang ada, peserta diajak memahami peristiwa tragis yang pernah terjadi di Indonesia.
Muhammad Rizky, Finalis Duta Maritim Indonesia asal Jakarta, turut menyampaikan kesan mendalam dari kunjungan ini. Ia merasa senang dapat mempelajari sejarah secara langsung, sekaligus bisa berbagi pengalaman bersama rekan-rekan sesama peserta.
“Tempat ini sangat bersejarah dan harus dilestarikan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kunjungan seperti ini sangat penting agar generasi muda semakin sadar akan sejarah bangsanya,” ungkap Rizky.
Dengan kunjungan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami nilai kemaritiman, tetapi juga memiliki kesadaran sejarah yang kuat. Perpaduan antara wawasan kebangsaan dan kepemimpinan diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, peduli pada sejarah, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga bangsa dan negara.
Tulis Komentar