maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

PLN Tanam 6.000 Mangrove, Dongkrak Ekowisata

$rows[judul] Foto: Foto : Pegawai PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) menanam ribuan pohon mangrove di Nusa Pudut, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. (ANTARA)

Bandung - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menanam sebanyak 6.000 bibit mangrove di Nusa Pudut, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan menjaga ekosistem secara berkelanjutan.

Asisten Manajer Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali Putu Bintang Suhartami, Sabtu (20/9), mengatakan penanaman mangrove bersama Kelompok Balaram Mangrove Heroes Desa Adat Tanjung Benoa, Kuta Selatan, tersebut bentuk kontribusi PLN terhadap lingkungan terbuka hijau di Bali, terutama di Nusa Pudut yang terancam abrasi.

“Ini merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) UP2B Bali. Nusa Pudut ini sudah banyak mengalami abrasi, karena itu kami bekerja sama dengan Balaram Mangrove Heroes, menginisiasi melakukan penanaman mangrove agar abrasi tidak meluas,” kata Bintang.

Dia menjelaskan keberadaan hutan mangrove di Nusa Pudut sangat menentukan kelangsungan hidup masyarakat dan ekosistem pesisir laut. Dengan menanam ribuan pohon mangrove, pihaknya yakin bisa mencegah abrasi, erosi, pengikisan tanah, dan mencegah banjir.

Selain itu, mangrove juga menjadi rumah bagi ribuan hewan laut, berbagai jenis burung, tempat masyarakat mencari kerang, serta dapat dikembangkan sebagai ekowisata yang bisa meningkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

Selain memberikan ribuan bibit mangrove, PLN UP2B Bali juga memberikan dana pemeliharaan setelah tanam, media tanam, tong sampah, dan alat kebersihan lingkungan lainnya.

"Kami juga memberikan sarana dan prasarana untuk pelatihan dan edukasi kepada masyarakat, komunitas hingga kelompok pencinta alam,” ucap Bintang.

Menurut Bintang, PLN memiliki kepedulian terhadap konservasi alam untuk mewujudkan zero emission. Hal itu sejalan dengan implementasi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) di berbagai lini bisnis PLN dalam mendukung langkah pemerintah mencapai komitmen berkelanjutan Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Bintang menyebut pihaknya akan terus bekerja sama dengan Kelompok Balaram Mangrove Heroes dengan target perbaikan lingkungan dan bisa jadi destinasi pengembangan ekowisata di Pulau Dewata, seperti yang dikembangkan oleh PLN Indonesia Power di kawasan ekowisata mangrove Batu Lumbang, Denpasar.

Ketua Kelompok Balaram Mangrove Heroes sekaligus Pendiri Yayasan Baruna Balarama Fantasi Nyoman Ridet Artika Naya mengatakan pihaknya mengapresiasi program TJSL PLN UP2B Bali dalam mengawal agenda konservasi mangrove di Nusa Pudut tersebut.

“Kami memiliki kerja sama dengan PLN. Kami sepakat menanam 6.000 pohon mangrove dalam tiga bulan mulai Juli hingga September 2025 di lahan seluas satu hektare,” katanya.

Ridet berharap PLN terus memberikan dukungan terhadap kelompok konservasi hutan mangrove di Nusa Pudut dengan menambahkan jumlah pohon yang ditanam, sehingga hutan mangrove juga lebih luas.

Tantangan yang dihadapi saat penanaman mangrove, yakni adanya oknum nakal yang memarkirkan kapal, speedboat, bahkan membuang limbah kimia di sekitar area mangrove.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)