CILACAP – Musim kemarau panjang yang melanda kawasan pesisir selatan Cilacap menjadi ladang rezeki berlimpah bagi para nelayan dan pedagang ubur-ubur lokal. Fenomena cuaca cerah yang berlangsung sejak sepekan terakhir memicu lonjakan populasi ubur-ubur, memicu panen raya yang memenuhi kawasan di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Suasana sibuk tampak jelas pada Senin, (31/8/2026), ketika puluhan nelayan bergotong-royong membongkar muatan dari perahu mereka. Menggunakan ember-ember besar, ubur-ubur yang licin dan kenyal dipindahkan ke dalam keranjang plastik untuk ditimbang, sebelum akhirnya disalurkan ke bak penampungan sementara dari kerangka bambu berlapis terpal.
Melimpahnya tangkapan ini dirasakan langsung oleh para penampung di kawasan tersebut. Salah seorang pedagang ubur-ubur, Marni, menceritakan, pasokan ubur-ubur saat ini cukup melipah. Dalam sehari, ia mampu menampung puluhan ton dari hasil tangkapan nelayan.
“Kalau pasokan dari nelayan, saya sendiri bisa mencapai 25 ton per hari,” kata Marni di sela-sela menimbang ubur-ubur.
Jumlah total tangkapan di seluruh wilayah pesisir Cilacap diperkirakan jauh melampaui angka tersebut, mengingat ada puluhan pedagang ubur-ubur lain yang beroperasi di kawasan pelabuhan.
Fenomena melimpahnya ubur-ubur ini dinilai memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi masyarakat pesisir. “Kalau di tingkat pedagang atau bakul lokal, ubur-ubur dibeli dari nelayan sekitar Rp 800 per kilogram,” katanya.
Ubur – ubur kemudian diproses lebih lanjut karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan berhasil menembus pasar ekspor
Tulis Komentar