maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

MSP USU dan Regal Springs Indonesia Teliti Habitat Ikan Pora-pora

$rows[judul]

Toba - Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), bekerja sama dengan Regal Springs Indonesia, melaksanakan penelitian mengenai ikan pora-pora (Mystacoleucus padangensis) di Sungai Pangaloan Ail dan Sungai Sibaruang, kawasan tangkapan air Danau Toba. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya membangun dasar ilmiah bagi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan pora-pora secara berkelanjutan.

Kegiatan penelitian difokuskan pada pengkajian karakteristik habitat, kualitas perairan, kondisi ekologis sungai, serta keberadaan dan distribusi ikan pora-pora. Tim peneliti juga mengamati faktor-faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kelangsungan hidup, pergerakan, pertumbuhan, dan proses reproduksi ikan tersebut.

Ikan pora-pora merupakan salah satu sumber daya perikanan penting di Danau Toba. Selain memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat dan nelayan setempat, ikan ini juga menjadi bagian dari dinamika ekosistem perairan Danau Toba. Meskipun bukan spesies asli Danau Toba, ikan pora-pora telah berkembang menjadi komoditas perikanan tangkap yang bernilai dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat di sekitar danau.

Ketua tim peneliti, Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa sungai-sungai yang bermuara ke Danau Toba memiliki peranan penting dalam mendukung siklus hidup ikan pora-pora.

“Penelitian ini diarahkan untuk memperoleh informasi ilmiah mengenai fungsi Sungai Pangaloan Ail dan Sungai Sibaruang sebagai habitat ikan pora-pora. Data mengenai kualitas air, karakteristik substrat, kedalaman, kecepatan arus, tutupan vegetasi riparian, serta keberadaan ikan akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan yang lebih tepat dan berkelanjutan,” jelas Ahmad Muhtadi.

Menurutnya, pengelolaan ikan pora-pora tidak cukup hanya dilakukan di wilayah perairan danau. Perlindungan sungai, sempadan sungai, dan daerah tangkapan air juga perlu menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan karena terdapat keterkaitan ekologis antara ekosistem sungai dan Danau Toba.

Dalam kegiatan lapangan, tim MSP USU melakukan pengukuran sejumlah parameter lingkungan perairan, antara lain suhu, pH, oksigen terlarut, kecerahan, kedalaman, dan kecepatan arus. Pengamatan juga mencakup kondisi substrat dasar, vegetasi riparian, aktivitas masyarakat di sekitar sungai, serta berbagai tekanan lingkungan yang dapat memengaruhi kondisi habitat ikan

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)