maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Barantin Siap Dukung Pemprov Sulteng Tingkatkan Nelayan

$rows[judul]

Palu - Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding lakukan kunjungan kerja perdana ke Propinsi Sulawesi Tengah (26/5). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari dukungan dan penguatan peran strategis serta sinergitas yang terjalin erat dan baik sejauh ini dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Badan Karantina Indonesia mengambil peran strategisnya sesuai amanah UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sebagai garda terdepan negara Republik Indonesia dalam melindungi sumber daya alam hayati, menjaga keamanan pangan, serta mendukung kelancaran lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan.


Abdul Karding menuturkan Barantin sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Barantin memiliki peran strategis dalam mencegah masuk tersebarnya hama penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional.


“Dengan amanah besar dan mulia serta strategis ini, Barantin terus meningkatkan kapabilitas dan memperkuat pengawasan karantina, keamanan hayati terhadap lalu lintas komoditas perikanan yang memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan mutu yang dipersyaratkan pasar internasional, tak hanya disitu Barantin pun turut andil besar dalam mendorong perekonomian daerah maupun nasional,” ucap Abdul Karding.


Kunjungan kerja Kepala Barantin (Abdul Karding) di Sulawesi Tengah ini, diawali dengan audience bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Forkompinda Sulawesi Tengah, OPD lingkup Sulawesi Tengah dan pelaku usaha ekspor.


“Sangat apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama stakeholder lainnya dalam bentuk sinergitas kolaborasi bersama Barantin dalam mendorong komoditas unggulan daerah go internasional seperti yang masih hangat di tahun 2026 ini durian Sulawesi Tengah menjadi primadona telah menembus pasar Tiongkok,” ujar Abdul Karding.


“Tak mudah buah durian kita di ekspor ke Tiongkok dengan identitas langsung asal Sulawesi Tengah tidak lagi melalui negara lainnya sehingga ini tentunya daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global bisa bicara banyak dan sudah tentu petani Sulawesi Tengah akan berimbas dalam kesejahteraannya” imbuh Abdul Karding dalam forum audiense di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)