Surabaya – Perkembangan industri maritim mendorong kebutuhan akan inovasi yang mampu meningkatkan kinerja teknologi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) mengembangkan berbagai riset di bidang teknologi perkapalan, struktur lepas pantai, infrastruktur pesisir, dan energi terbarukan laut. Pengembangan riset ini didukung oleh fasilitas Laboratorium Dinamika Fluida Maritim dan Rekayasa Lepas Pantai di Kawasan Sains dan Teknologi Said Djauharsjah Jenie, Surabaya.
Manajer Laboratorium Dinamika Fluida Maritim dan Rekayasa Lepas Pantai BRIN, Fariz Maulana Noor memaparkan kemampuan riset dan fasilitas pengujian yang mendukung kegiatan tersebut saat menerima Anggota Komite Teknik PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, Rabu (7/10). Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Komite Teknik BKI Semester II Tahun 2026 untuk memperoleh masukan teknis bagi pengembangan dan pemutakhiran Peraturan Klasifikasi BKI.
Laboratorium Dinamika Fluida Maritim dan Rekayasa Lepas Pantai BRIN di Surabaya memiliki fasilitas utama berupa Towing Tank, Maneuvering and Ocean Engineering Basin, serta Cavitation Tunnel. Fasilitas tersebut digunakan untuk berbagai pengujian, mulai dari karakteristik gerak dan performa model kapal, kemampuan manuver, hingga fenomena kavitasi dan dinamika fluida laut. Keberadaan fasilitas ini memungkinkan proses pengujian dilakukan secara terukur untuk mendukung analisis dan pengembangan desain teknologi maritim.
“Fasilitas laboratorium memungkinkan pengujian model kapal, bangunan apung, serta berbagai aspek hidrodinamika dilakukan secara sistematis. Melalui fasilitas seperti Towing Tank dan Maneuvering and Ocean Engineering Basin, karakteristik gerak, manuver, dan respons model terhadap kondisi perairan dapat dikaji sebagai bagian dari proses pengembangan teknologi,” jelas Fariz.
Selain pengujian model fisik, laboratorium menyediakan layanan pembuatan model kapal, pengujian model kapal, pengujian model bangunan apung, dan perhitungan numerik. Kombinasi pemodelan numerik dan pengujian fisik dapat dimanfaatkan untuk mendukung analisis teknis, evaluasi desain, serta validasi performa sesuai kebutuhan riset dan pengembangan teknologi maritim.
“Laboratorium Dinamika Fluida Maritim dan Rekayasa Lepas Pantai BRIN sebagai laboratorium hidrodinamika skala industri terbesar di Asia Tenggara. Penguatan kapasitas laboratorium melalui keterlibatan dalam jejaring dan organisasi profesional. Antara lain International Towing Tank Conference (ITTC), Institute of Marine Engineering, Science and Technology (IMarEST), dan Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO). Laboratorium ini juga sebagai bagian dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) dan memiliki akreditasi laboratorium pengujian ISO/IEC 17025:2017,” bebernya.
Bagi BKI, fasilitas dan kompetensi riset tersebut relevan untuk memperkaya masukan teknis dalam proses validasi dan pemutakhiran peraturan klasifikasi. Pertukaran informasi mengenai perkembangan riset, metode pengujian, dan teknologi maritim diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara hasil penelitian dan kebutuhan standar teknis industri.
Melalui pengembangan riset dan pemanfaatan fasilitas pengujian, BRIN terus mendukung penguatan teknologi maritim nasional. Sinergi dengan lembaga klasifikasi dan pelaku industri diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kompetensi riset, mendukung validasi teknologi, serta mendorong pengembangan desain kapal dan infrastruktur maritim yang andal dan berkelanjutan.
Pada 2026, arah riset PRTH berfokus pada Synergy of Hydrodynamic Innovation for a Low-Carbon Future melalui pengembangan Green Maritime Technology. Fokus risetnya mencakup tiga bidang utama yaitu Coastal Infrastructure and Technology, Ship and Offshore Technology, serta Ocean Renewable Technology. Ketiganya menjadi landasan pengembangan teknologi maritim yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Riset yang dilakukan antara lain mencakup pengembangan kapal yang lebih efisien dan rendah emisi serta teknologi energi terbarukan, termasuk turbin angin lepas pantai. PRTH juga telah menghasilkan desain kapal patroli dengan berbagai ukuran dan mengembangkan teknologi tanggul tegak berbahan beton geopolimer. Selain berfungsi sebagai penahan ombak, tanggul tersebut dirancang untuk dimanfaatkan sebagai jalur akses sekaligus menangkap energi gelombang
Tulis Komentar