maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

DLH Makassar Canangkan 1.000 Biopori, Dorong Limbah Organik Jadi Kompos

$rows[judul] Foto: Foto: Kabid Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Makassar, Bau Asseng, (ANTARA).

Makassar - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mencanangkan program 1.000 biopori sebagai upaya mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos. Program ini disampaikan dalam diskusi persampahan yang digelar The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Sulawesi Selatan (Sulsel), di Makassar, Jumat (26/9/2025).

"Program 1.000 biopori sebagai bagian dari pengembangan tempat pengolahan sampah reduce-reuse- recycle (TPS3R) yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui DLH," kata Kabid Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Makassar, Bau Asseng.

Ia menyebut program ini difokuskan pada pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut juga ditujukan untuk menekan volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Ia menjelaskan, biopori dipilih karena ramah lingkungan dan mudah diterapkan di kawasan permukiman. Lubang biopori ditempatkan di area TPS3 maupun lingkungan perumahan agar warga bisa langsung memanfaatkan sisa makanan dan daun kering menjadi kompos.

"Dengan adanya biopori dan memberikan dampak baru berupa pupuk alami yang bisa digunakan warga untuk tanaman maupun pertanian di wilayah perkotaan," ujar dia.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, biopori juga berfungsi meningkatkan daya resap tanah dan mencegah genangan air saat musim hujan. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah dari sumbernya menjadi langkah penting yang tidak bisa ditunda.

Dia menyebut pencanangan 1.000 biopori diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga dalam mengolah limbah rumah tangga. Langkah itu juga mendukung program Makassar sebagai kota bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)