Jakarta — Para finalis Duta Maritim Indonesia 2025 melakukan kunjungan edukatif ke Museum Bahari, Jakarta Utara, sebagai bagian dari rangkaian pembekalan dalam program Duta Maritim Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan para finalis mengenai sejarah, budaya, dan potensi maritim Indonesia yang begitu kaya dan strategis.
Dalam kunjungan tersebut, para finalis diajak mengenal lebih jauh berbagai koleksi yang merekam jejak kejayaan maritim nusantara, mulai dari kapal-kapal tradisional, alat navigasi pelayaran, hingga diorama perdagangan rempah-rempah dan perjuangan maritim di masa kolonial.
Salah satu finalis, Nashwa, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kegiatan ini. Dalam pernyataannya, Nashwa menegaskan bahwa mengenal maritim bukan hanya soal sejarah atau geografi, tetapi juga soal kesadaran jati diri sebagai bangsa kepulauan.
“Kita tidak bisa membicarakan masa depan Indonesia tanpa bicara tentang maritim. Laut adalah bagian dari identitas kita. Sebagai generasi muda, kita harus melek maritim sejak dini — memahami potensi, tantangan, dan tanggung jawab kita terhadap laut Indonesia,” tegas Nashwa.
Menurutnya, kunjungan ke Museum Bahari memberikan gambaran nyata tentang bagaimana nenek moyang bangsa ini hidup sebagai pelaut ulung, berdagang antar pulau, bahkan berlayar hingga ke luar benua. Warisan inilah yang, menurut Nashwa, harus terus dijaga, dipelajari, dan dikembangkan sesuai dengan tantangan zaman.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen para finalis Duta Maritim Indonesia sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga laut, budaya bahari, dan kedaulatan maritim nasional.
Tulis Komentar