Foto: Ketua Umum HMI MPO Universitas Negeri Makassar (UNM), Rendi Pangalila
Makassar – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Stella Christie, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan dasar pelajar, khususnya di bidang matematika dan bahasa Inggris. Ia menyebut, MBG dirancang sebagai jawaban atas rendahnya daya saing generasi muda di tingkat internasional.
“Dengan MBG, kita ingin memastikan generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam penguasaan matematika dan bahasa Inggris, dua bidang yang sangat menentukan di era globalisasi,” ujar Wamen Stella dalam keterangannya.
Namun, klaim tersebut langsung menuai respons keras dari Ketua Umum HMI MPO Universitas Negeri Makassar (UNM), Rendi Pangalila. Ia menilai pernyataan Wamen Stella tidak realistis dan cenderung politis. Bahkan, ia menyarankan agar program MBG itu lebih baik diberikan langsung kepada presiden ke 7 dan 8.
“Kalau memang MBG ini ampuh, berikan saja kepada Jokowi dan Prabowo. Biar jelas, apakah betul bisa meningkatkan kualitas di bidang itu atau hanya sekadar wacana politik belaka,” tegas Rendi.
Rendi menambahkan, seharusnya pemerintah tetap menempatkan MBG sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu mendukung gizi pelajar di sekolah. Bukan menjadikannya bahan jualan politik.
“Fokus utama program ini mestinya untuk menunjang kesehatan dan konsentrasi anak-anak di sekolah. Jadi jangan dialihkan ke isu-isu politik atau klaim berlebihan. Pendidikan di sekolah butuh perhatian serius pada mutu belajar, guru, dan fasilitas, bukan sekadar retorika,” jelasnya.
Lebih jauh, Rendi mengkritik keras pernyataan Wamen Stella yang dianggapnya berlebihan dan menyesatkan publik. Menurutnya, gizi gratis tidak bisa disulap menjadi solusi instan bagi peningkatan kualitas matematika dan bahasa Inggris.
“Logika semacam itu keliru. Makan bergizi gratis tentu penting untuk kesehatan, tapi peningkatan mutu belajar itu bergantung pada kurikulum, kualitas guru, metode pembelajaran, dan fasilitas sekolah. Jadi jangan memelintir fakta seolah-olah MBG bisa langsung membuat anak-anak jago berhitung dan mahir bahasa asing. Itu cara berpikir yang simplistis dan menyesatkan,” kritiknya.
Tulis Komentar