maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Guru Dosen Beban atau Pilar Bangsa

$rows[judul] Foto: Penulis

Jakarta - Belakangan ini muncul isu yang menyebut guru dan dosen sebagai beban negara. Pandangan seperti ini menurut saya keliru sekaligus berbahaya.

Bagaimana mungkin mereka yang setiap hari mencerdaskan generasi, yang menanamkan pengetahuan sekaligus nilai-nilai moral, dilabeli sebagai beban? Justru tanpa mereka, negara ini akan kehilangan arah dan kualitas sumber daya manusianya akan terjun bebas.

Menganggap guru dan dosen sebagai beban biasanya lahir dari cara pandang fiskal jangka pendek. Anggaran pendidikan, khususnya untuk gaji dan tunjangan, sering disebut “menguras” APBN. Tapi kita perlu bertanya lebih jauh: apakah uang itu benar-benar habis percuma, atau justru menjadi modal penting yang manfaatnya baru terasa dalam jangka panjang?

Faktanya, gaji dan tunjangan bagi guru serta dosen bukanlah pengeluaran sia-sia, melainkan investasi. Dari merekalah lahir dokter, insinyur, pengusaha, pemimpin, dan bahkan para pembuat kebijakan. Tanpa guru dan dosen, tidak ada satupun profesi lain yang bisa eksis.

Selain itu, narasi “beban” ini sering muncul karena ada jurang ekspektasi. Guru dan dosen dituntut menghasilkan generasi yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. Namun, penghargaan terhadap profesi ini masih setengah hati.

Banyak guru honorer dengan gaji yang jauh dari kata layak, banyak dosen muda yang harus berjuang dengan penghasilan minim. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bagaimana mungkin kualitas pendidikan bisa melonjak?

Yang lebih tepat adalah membalik cara pandang itu. Bukan guru dan dosen yang menjadi beban negara, melainkan negara yang seharusnya merasa terbebani bila gagal menyejahterakan dan menghormati mereka.

Jika tenaga pendidik dipinggirkan, maka harga yang harus dibayar jauh lebih mahal: lahirnya generasi yang tidak kompetitif, tidak kritis, dan tidak siap bersaing di dunia global.

Pendidikan adalah fondasi, dan guru serta dosen adalah tiang penyangganya. Menyebut mereka sebagai beban sama saja dengan meruntuhkan bangunan masa depan bangsa dengan tangan sendiri.

Karena itu, sudah saatnya masyarakat dan pemerintah berhenti menggunakan istilah yang merendahkan profesi pendidik. Yang harus digaungkan adalah narasi sebaliknya: guru dan dosen adalah aset terbesar bangsa, pilar kokoh yang menentukan arah Indonesia esok hari.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)