Foto: Dosen Agroteknologi UMY Gatot Supangkat. (ANTARA)
Yogyakarta - Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gatot Supangkat, menilai program pembangunan 1.100 Desa Nelayan yang digulirkan pemerintah tahun ini dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memperkuat kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Kalau kita kelola kekayaan di darat dan laut dengan benar dan bijak, saya yakin Indonesia bisa menjadi the world leader. Ini bukan hal yang mustahil, karena potensinya luar biasa," kata Gatot dilansir Antara, Rabu, 20 Agustus 2025.
Pernyataannya menegaskan keberhasilan Desa Nelayan tidak hanya soal memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pendorong lahirnya ekonomi berbasis sumber daya lokal. Ia menyebut capaian itu membuktikan potensi desa dapat diolah menjadi kekuatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Program itu menurutnya harus dipandang sebagai ekosistem yang utuh, bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya mencakup penguatan SDM yang kompeten, pemanfaatan potensi sumber daya lokal, serta pelestarian budaya dan kearifan masyarakat setempat.
"SDM memegang peran vital, karena yang paling memahami kondisi daerah adalah masyarakat setempat. Mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk mengelola potensi wilayahnya," ujar dia.
Gatot menyebut Indonesia memiliki modal alam yang besar untuk menopang program tersebut. Oleh karena itu, sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam keanekaragaman hayati darat setelah Brasil, bahkan menempati posisi pertama bila potensi laut dihitung.
Gatot menekankan bahwa pengelolaan potensi Desa Nelayan membutuhkan teknologi tepat guna serta kebijakan yang tidak dipaksakan secara seragam di tingkat nasional. Menurutnya, pendekatan ini bukan dengan penggunaan teknologi berlebihan, melainkan penerapan solusi yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
"Kebijakan harus bersifat induktif, dimulai dari realitas di lapangan, bukan deduksi dari kebijakan pusat yang sama untuk semua daerah," tandas dia.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan membangun 1.100 desa nelayan pada tahun ini agar para nelayan bangga menjadi tulang punggung bangsa sebagai produsen pangan.
"Kita akan bangun dalam waktu yang secepatnya, tahun ini juga kita harus mulai 1.100 desa nelayan," kata Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat.
Tulis Komentar