maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Mahasiswa S3 UNAIR Ikuti Pelatihan di Cina, Dorong Penguatan SDM Maritim Indonesia

$rows[judul]

Cina - Mahasiswa Program Doktoral Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Dr (Cand) H Adrid Indaryanto SH MM menjadi delegasi dalam Training of Trainer (ToT) bidang Perikanan dan Kelautan. Kegiatan tersebut terselenggara pada mulai dari Senin(15/9/2025) hingga Minggu (12/10/2025) di Dalian Ocean University, Provinsi Liaoning, Cina.

Program pelatihan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Cina melalui kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI dengan International Cooperation Center of National Development and Reform Commission (ICC-NDRC) P.R. China. 

Tujuan dari program pelatihan ToT bidang perikanan dan kelautan adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) dengan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan mengikuti pelatihan tersebut, harapannya delegasi dapat memberikan kontribusi pada seluruh lapisan. Baik dari industri, praktisi, maupun masyarakat luas, dalam membentuk pembangunan yang berkelanjutan.

“Di bidang sumber daya manusianya, saya ingin mempelajari dan memastikan bahwa SDM perikanan adalah aset dan bagian yang terpenting dari pengembangan perikanan dan kelautan. Karena aset sumber daya manusianya ini adalah bagian yang strategis. Kenapa? Karena SDM perikanan dari hulu hingga hilir itu melibatkan begitu banyak manusia, begitu banyak pihak dan bidang,” tutur Adrid.

Adrid menyampaikan, ada lima tahap penting yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya hasil laut. Pertama, nelayan yang harus disiapkan kemampuan dan pengetahuannya. Kedua, pembudidayaan dengan teknis yang tepat. Ketiga, pengolahan hasil laut yang berkualitas dengan melibatkan ahli. Keempat, distribusi dan pemasaran yang perlu keterlibatan pemerintah sebagai pembuat regulasi. Terakhir, konsumen, perlu dukungan pemerataan agar produk laut dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau dari A sampai Z, dari hulu hingga hilir tadi kita kuat, kita serempak, sepakat, baik pelaku industri perikanan, pemerintah dengan regulasinya, dan masyarakat luas mendukung di situ. Kita akan maju di sisi pengembangan SDM perikanan, maupun produk-produk hasil lautnya,” terangnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa Cina sudah maju dalam pengelolaan perikanan. Cina memanfaatkan Artificial Intelligent (AI) pada Aquacultures yang meliputi smart feeding system, water quality management, diseases detection, fish biomass estimation, fish behavior detection, counting aquaculture, segmentation detection, breeding & growth estimation, fish tracking & individuality, automation & robotic in aquaculture. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di tanah airnya. 

Mahasiswa Program Doktoral UNAIR sekaligus dosen di ITB STIKOM Bali tersebut melihat adanya peluang bagi indonesia. “Indonesia dan Cina sama-sama mempunyai demografi yang besar, penduduknya banyak. Ini kesempatan karena kita tahu Indonesia ini dua pertiga dari luas Indonesia adalah laut. Sementara, kita masih fokus di daratan saja. Padahal industri kelautan ini sudah punya potensi besar, mulai dari ikan dan potensi laut lainnya,” pungkasnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)