maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Penguatan Rantai Pasok Ekspor Udang Sumsel, Barantin Dukung Perkuat Ekosistem Daerah

$rows[judul]

Ogan Komering Ilir – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) terus memperkuat rantai pasok ekspor udang vaname sebagai komoditas unggulan daerah. Melalui penguatan ekosistem daerah dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari peningkatan produksi, penjaminan mutu, hingga distribusi untuk ekspor.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyampaikan bahwa penguatan akses pasar ekspor didukung melalui pemanfaatan aplikasi Go Export yang baru saja diluncurkan bersama Barantin. Aplikasi ini menjadi instrumen strategis untuk mempromosikan potensi komoditas unggulan daerah, termasuk udang asal Ogan Kemoring Ilir (OKI).

“Aplikasi Go Export sekaligus untuk memperluas jejaring dengan calon pembeli di pasar internasional dan mencatat transaksi ekspor langsung dari Sumsel, untuk memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian provinsi,” ujar Herman Daru seusai panen udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, Sumsel, Selasa (17/02).

"Pentingnya menjaga higienitas tambak dan merawat peralatan secara rutin demi menjaga mutu hasil panen, serta daya saing produk udang di pasar global," imbuhnya.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sumsel, Sri Endah Ekandari, mendukung penguatan infrastruktur budi daya untuk peningkatan produktivitas udang vaname. Ia juga menegaskan bahwa setiap komoditas yang akan dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan teknis dan sertifikasi kesehatan ikan sesuai standar negara tujuan.

"Pengawasan dan pemeriksaan udang menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan hayati, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar internasional. Kami siap memberikan pendampingan untuk pemenuhan persyaratan negara tujuan, salah satunya melalui penguatan instalasi karantina ikan," ucap Sri Endah.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)