Foto: Momen keterlibatan Nabilah Luthfatur Rohmah saat konservasi mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta. (Istimewa)
Jakarta - Nabilah Luthfatur Rohmah, perempuan muda asal Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil lulus sebagai finalis Duta Maritim Indonesia 2025 dan akan mengikuti Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI) Batch 4 Tahun 2025 pada 10-18 Agustus 2025 di Jakarta.
Luthfa bercerita, tempat kelahirannya itu terletak di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II), dan menjadi salah satu gerbang penting perdagangan dunia. Potensi maritimnya meliputi perikanan tangkap, wisata bahari, hingga energi laut terbarukan.
Sehingga, kata dia, penting bagi pemerintah membuat kebijakan yang tepat agar masyarakat setempat mengelola laut secara bijak dan berkelanjutan.
“Laut tak sekadar identitas bangsa, tetapi juga sumber ekonomi yang bisa menopang kebutuhan masyarakat,” tutur dia.
Karena itu, ia menyebut SDMI 2025 sebagai forum untuk membangun relasi dan memperkuat jejaring, disamping peningkatan kualitas wawasan soal isu kemaritiman.
Ia juga menegaskan bahwa visi Aspeksindo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukan isapan jempol semata.
“Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan potensi ekonomi laut Indonesia diperkirakan mencapai USD 1,33 triliun per tahun, dengan perikanan, pariwisata bahari, dan energi laut sebagai kontributor utama. World Bank pada tahun 2021 juga menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi biru berkelanjutan berpeluang menciptakan jutaan lapangan kerja baru, sambil memastikan keberlangsungan ekosistem laut,” papar Luthfah.
Luthfah berhasil menyelesaikan studi strata dua pada program Magister Geografi di Universitas Gadjah Mada. Saat ini, ia berkiprah sebagai peneliti muda di bidang ekonomi lingkungan, khususnya sektor pesisir dan kelautan.
Selain di bidang penelitian, Luthfah juga aktif berpartisipasi dalam forum dan pelatihan internasional.
Tercatat, Ia pernah menjadi penerima beasiswa Next Gen Leader di Hongkong dan terpilih dalam YSEALI Academic Fellowship di Hawaii, Amerika Serikat, yang mempelajari pengelolaan sumber daya laut dari perspektif global.
Ia memanfaatkan jejaring itu untuk memperluas kolaborasi dan mencari solusi inovatif bagi keberlanjutan laut Indonesia.
Hal lain, Lutfah aktif dan konsisten mengkampanyekan isu lingkungan di media sosial. Motifnya jelas, ia ingin mengajak generasi muda Indonesia, khususnya di Bulungan, untuk lebih peduli terhadap laut dan pesisir.
Karenanya, dia optimis, rangkaian aktivitas di SDMI nanti bakal selaras dengan fokusnya pada kajian potensi ekonomi biru, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan penguatan kebijakan kelautan berbasis data.
Bagi Luthfah, Sekolah Duta Maritim Indonesia Batch 4 adalah wadah bertukar gagasan dengan pegiat maritim dari berbagai daerah. Ia berharap pengalaman ini memperkaya wawasan tentang kebijakan maritim nasional, mengasah kemampuan advokasi, dan membuka peluang kemitraan lintas sektor.
“Ekonomi biru bukan hanya soal angka, tapi tentang masa depan. Bagaimana generasi saya bisa menikmati laut yang sehat, sambil memastikan anak cucu kelak tetap punya laut yang kaya. Lewat Duta Maritim ini, saya ingin menyuarakan ide-ide positif dan membangun kolaborasi lintas daerah di sektor kemaritiman,” pungkas Luthfah.
Tulis Komentar