maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Pemerintah Latih Nelayan Perbaiki Mesin Kapal, Jadi Hemat Ongkos Perbaikan

$rows[judul]

Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar pelatihan teknis perawatan dan perbaikan motor diesel satu silinder bagi nelayan di Kabupaten Batang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 9 sampai 11 Februari 2026 itu digelar di Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang, Senin (9/2/2026).

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan nelayan sehingga mereka dapat memperbaiki mesin kapal secara mandiri dan menekan biaya operasional.

Community Relation dan CSR Manager BPI Ahmad Lukman menyebut, program tersebut merupakan bentuk sinergi perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Batang dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Kami berharap dengan mengikuti pelatihan ini keterampilan bapak-bapak nelayan untuk memperbaiki mesin kapal secara mandiri meningkat sehingga dapat menekan biaya perawatan,” harapnya.

Ia menambahkan, kemajuan perusahaan tidak lepas dari dukungan lingkungan sekitar, termasuk komunitas nelayan. Karena itu, BPI menjalankan berbagai program, mulai dari pelatihan perbaikan mesin kapal sejak 2025, dukungan penyambungan listrik gratis bagi 12 rumah di Roban Barat, renovasi rumah tidak layak huni di Roban Timur, penanaman mangrove, pemasangan rumah ikan dan terumbu karang buatan, hingga khitanan massal.

“Ini adalah semangat kami untuk menjaga kelestarian pesisir Batang serta mendukung visi Bupati untuk meningkatkan SDM, melengkapi infrastruktur, dan melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan simbolis kerja sama antara BPI dan Pemkab Batang terkait program pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir di sekitar PLTU Batang.

Perwakilan BPI menjelaskan, untuk tahap awal pelatihan difokuskan bagi nelayan di sekitar wilayah operasional perusahaan seperti Roban Timur, Roban Barat, dan Ujungnegoro.

“Kami memandang nelayan adalah sahabat dan tetangga kami. Pelatihan ini bagian dari peningkatan SDM agar mereka punya kemampuan memperbaiki mesin kapal satu silinder yang digunakan sehari-hari,” tegasnya.

Selain materi, peserta juga dibekali satu set peralatan yang bisa digunakan saat melakukan perbaikan. Harapannya, ketika terjadi kerusakan, nelayan tidak lagi harus membawa mesin ke bengkel yang membutuhkan biaya besar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, kegiatan ini merupakan gelombang kedua. Sebelumnya pelatihan serupa telah diberikan dan mendapat respons positif.

“Jika nelayan mampu melakukan perbaikan sendiri, penghematan biaya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per tahun untuk satu kapal. Kalau bisa memperbaiki sendiri dan saling belajar, tentu lebih murah, bisa mengurangi biaya operasional,” tuturnya.

Pada pelatihan kali ini, sebanyak 25 nelayan mengikuti kegiatan, didampingi sembilan penyuluh. Ke depan, pelatihan akan terus dilakukan hingga menjangkau ratusan nelayan lainnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Batang Darsono mengapresiasi kontribusi BPI dalam peningkatan kapasitas nelayan.

Ia berharap, para peserta yang sudah mendapatkan pelatihan dapat menularkan ilmunya kepada rekan-rekan lainnya sehingga target ratusan nelayan terlatih dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

“Pelatihan pertama kemarin dirasakan sangat membantu. Mesin yang rusaknya parah pun setelah dibongkar dan dirakit kembali bisa hidup. Ini jadi motivasi bagi nelayan untuk lebih percaya diri,” ujar dia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)