maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Profesor UMI Ungkap Tantangan Kesejahteraan Nelayan Kecil di Pulau Buru, Tawarkan Solusi untuk Masyarakat Pesisir

$rows[judul]

MAKASSAR – Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang melimpah. Namun, di balik potensi tersebut, masih banyak nelayan kecil yang menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera. Kondisi inilah yang menjadi fokus penelitian Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.Si.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries (EJABF) Volume 30, Issue 1, edisi Januari–Februari 2026. Penelitian ini dilakukan bersama Wilda Fesanrey, mahasiswa Program Doktor Ilmu Perikanan Pascasarjana UMI, Prof. Dr. Ir. Muh. Kasnir, M.Si., dan Dr. Ir. Hamsiah, M.Si.

Mengangkat judul "Sustainability-Based Assessment of Small-Scale Fishermen's Welfare in Buru Regency, Maluku Province, Indonesia", penelitian ini mengkaji tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan kehidupan mereka.

Prof Abdul Rauf menjelaskan bahwa penelitian ini menilai kesejahteraan nelayan melalui empat aspek utama, yaitu sosial budaya, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan kesejahteraan nelayan kecil di Kabupaten Buru masih berada pada kategori kurang berkelanjutan**, dengan nilai indeks sebesar 42,00. Ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat," ujarnya.

Dari keempat aspek tersebut, kelembagaan menjadi sektor yang memperoleh nilai terendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap nelayan, penguatan kelembagaan lokal, serta dukungan regulasi masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, aspek sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan juga masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi kehidupan nelayan sehari-hari.

Menurut Prof. Abdul Rauf, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa kekayaan sumber daya laut Indonesia belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan.

"Pulau Buru memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh tata kelola yang baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan. Penguatan kelembagaan dan perlindungan terhadap nelayan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," jelasnya.

Prof. Abdul Rauf berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada nelayan kecil.

"Kesejahteraan nelayan tidak cukup hanya ditopang oleh melimpahnya hasil laut. Diperlukan kebijakan yang memberikan perlindungan, akses permodalan, pendampingan, serta penguatan kelembagaan agar masyarakat pesisir mampu berkembang secara berkelanjutan," tuturnya.

Keberhasilan publikasi internasional ini kembali menunjukkan komitmen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui riset-riset berbasis kemaritiman, UMI terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)