maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Kembangkan Potensi Perikanan, KKN-PPM UGM Hadirkan MABON sebagai Produk Olahan Ikan Lokal

$rows[judul]

Barito Selatan – Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Periode II Universitas Gadjah Mada yang bertugas di Desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menggelar sosialisasi diversifikasi olahan ikan lokal melalui pembuatan MABON atau Mabuan Abon Ikan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK Desa Mabuan di Aula Kantor Desa Mabuan pada bulan Juli 2026.

Program interdisipliner ini dijalankan oleh Karunia Eka Hapsari dan Cayentiya Nailah Adinda. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai diversifikasi hasil perikanan melalui pengolahan ikan patin menjadi abon, serta pengenalan pengemasan produk pangan yang baik sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan peluang pemasaran produk lokal.

Menurut salah satu mahasiswa Tim KKN-PPM UGM, Desa Mabuan memiliki potensi ikan yang cukup melimpah, baik yang berasal dari sungai maupun yang dipelihara masyarakat. Melalui MABON, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengolahan ikan patin agar tidak hanya dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai diversifikasi hasil perikanan dan peluang pengembangan ikan patin sebagai produk olahan. Selanjutnya, ibu-ibu PKK mengikuti praktik pembuatan abon secara langsung, mulai dari proses pengukusan ikan, pemisahan daging dan duri, pencampuran bumbu, hingga proses pengolahan menjadi abon.

Selain memberikan pelatihan pengolahan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pengemasan produk pangan. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan kemasan, kebersihan selama proses pengemasan, serta informasi yang perlu dicantumkan pada label. Edukasi tersebut diberikan untuk memperkenalkan pentingnya kualitas, keamanan, dan tampilan produk sebelum dipasarkan.

Nama MABON yang merupakan singkatan dari Mabuan Abon Ikan digunakan sebagai identitas produk untuk merepresentasikan asal sekaligus karakter lokal Desa Mabuan. Pengembangan identitas produk ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengenalkan abon ikan sebagai salah satu produk olahan berbasis potensi lokal.

Matridewi menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM UGM. Menurutnya, potensi ikan yang melimpah di Desa Mabuan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.

Menurut Matridewi, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena Desa Mabuan memiliki potensi ikan yang melimpah, baik dari sungai maupun hasil budidaya masyarakat. Selama ini, ikan umumnya hanya diolah menjadi ikan asin atau dimasak untuk konsumsi sehari-hari. Melalui pelatihan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan ikan menjadi abon yang memiliki nilai tambah.

Matridewi juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-PPM UGM yang telah berbagi pengetahuan kepada ibu-ibu PKK. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan bahwa ikan tidak hanya dapat diolah untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpotensi menjadi produk yang dapat diproduksi dan dipasarkan karena bahan bakunya tersedia di sekitar masyarakat

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)