Foto: Ahmad Afandi bersama Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Darwis Dasopang. (Istimewa)
Jakarta - Sosok Ahmad Afandi kini menjadi buah bibir civitas akademika civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Terpilihnya dosen muda yang dikenal energik dan progresif ini sebagai Steering Committee (SC) dalam ajang nasional bergengsi Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI) 2025, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) menuai banyak pujian.
Penunjukan itu tak sekadar prestasi pribadi Ahmad Afandi, tetapi juga simbol kiprah intelektual muda UIN Syahada yang siap tampil dan bersaing di level nasional. Dengan segudang pengalaman di bidang akademik, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat, Ahmad Afandi adalah figur strategis yang mampu membawa perspektif segar dalam pembangunan sektor maritim Indonesia.
Demikianlah penuturan Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Darwis Dasopang saat ditemui Afandi di kampus, tepatnya di ruang rektorat, Senin, 4 Agustus 2025.
“Kami bangga dengan capaian Saudara Ahmad Afandi. Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi langkah konkret membawa nama baik UIN Syahada ke panggung nasional. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ungkap Darwis.
Afandi Paparkan SDMI ke Rektor
Afandi menjelaskan SDMI yang merupakan program tahunan Aspeksindo menghimpun pemuda-pemudi terbaik dari seluruh Indonesia untuk belajar, berdiskusi, dan merumuskan solusi atas problematika kemaritiman nasional. Sebagai SC, Afandi akan terlibat dalam perumusan arah kegiatan, penguatan materi kepemimpinan maritim, dan seleksi peserta dari seluruh penjuru nusantara.
Bagi Afandi, keterlibatannya itu merupakan cita-citanya dalam membangun jejaring strategis bagi kemajuan kampus dan mahasiswa.
“Saya percaya UIN Syahada memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Lewat peran ini, saya ingin membuka lebih banyak ruang kolaborasi nasional, memberikan exposure lebih luas kepada mahasiswa, dan menjadikan kampus kita sebagai bagian dari dialog nasional,” ujar dia.
Kini, kiprah Afandi menjadi simbol perubahan wajah akademisi muda: bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial. Ia membuktikan bahwa dengan semangat, visi, dan kerja nyata, dosen dari daerah pun mampu memainkan peran strategis dalam pembangunan bangsa.
“Terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan atas langkah yang saya ambil, semoga tak hanya mengangkat marwah UIN Syahada di tingkat nasional, tapi juga menanamkan harapan baru akan lahirnya generasi akademisi berdaya saing global dari tanah Padangsidimpuan,” tandas dia.
Tulis Komentar