maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Sekolah Duta Maritim Indonesia Batch 4: Membuka Wawasan, Menguatkan Peran Anak Muda untuk Pesisir

$rows[judul] Foto: Suasana forum sekolah duta maritim. (Istimewa)

Jakarta - Empat materi penting telah membuka rangkaian kegiatan Sekolah Duta Maritim Indonesia Batch 4 yang berlangsung selama dua hari awal pelaksanaan, dari 10 hingga 11 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat bermakna bagi kami para peserta, khususnya saya, Ahmad Riski Sulaiman Nasution dari Mandailing Natal, Sumatera Utara, untuk memahami lebih dalam tentang kemaritiman dan tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.

"Saya melihat, ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi panggilan untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyuarakan kepentingan masyarakat pesisir,” ujar Riski dengan penuh semangat.

Materi pertama dibawakan oleh Andi Fajar Asti menjelaskan tentang Sejarah Aspeksindo (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia). Ia menekankan bahwa lahirnya Aspeksindo bukan hanya sebagai organisasi formal, tapi sebagai gerakan yang membela hak dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kami ingin Aspeksindo menjadi jembatan antara kepentingan daerah kepulauan dan kebijakan nasional,” kata Fajar dalam sesinya.

Materi selanjutnya disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Aspeksindo yang juga merupakan Bupati Wakatobi, Haliana membahas asal usul organisasi dan potensi besar daerah kepulauan seperti Wakatobi. Penjelasan beliau sangat membuka mata kami tentang kekayaan maritim yang dimiliki bangsa ini.

“Wakatobi bukan hanya destinasi wisata, tapi pusat konservasi dan kedaulatan maritim nasional,” tegas Haliana dalam paparannya.

Sebagai peserta, Riski merasa semakin yakin bahwa peran pemuda di bidang maritim tidak bisa dianggap remeh. Banyak sekali potensi daerah yang bisa diangkat dengan pendekatan digital dan kreatif.

Hal ini semakin ditegaskan dalam materi ketiga, yang membahas tentang cara membuat konten digital yang efektif dan berdampak, yang dibawakan oleh pemateri perempuan muda yang sangat menginspirasi. Ia membagikan tips membuat konten yang informatif namun tetap menarik, terutama di media sosial.

“Kalau mau jadi duta maritim, kamu harus bisa bicara dalam bahasa netizen simple, kuat, dan visual,” jelas dia, membuat banyak peserta mengangguk setuju.

Terakhir, sesi keempat membahas penulisan jurnalistik, disampaikan oleh Umar dan tim Kabar. Dalam sesi ini, kami belajar bagaimana membuat tulisan yang tidak hanya faktual, tapi juga punya nilai advokasi.

“Jurnalisme itu bukan hanya soal menulis, tapi menyampaikan pesan yang bisa menggerakkan,” ujar Umar dalam presentasinya.

Riski merasa bahwa keempat materi ini telah membuka mata tentang besarnya tantangan dan peluang di dunia maritim.

"Saya pribadi merasa terpanggil untuk lebih aktif menyuarakan isu-isu masyarakat pesisir, khususnya di kampung halaman saya di Sumatera Utara," tutur Riski.

Riski juga sempat berbincang dengan Arkam, salah satu finalis Duta Maritim asal Papua, yang mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa ikut kegiatan ini. Secara pribadi saya berubah jadi lebih berani, lebih sadar pentingnya laut bagi hidup kita,” ungkap Arkam dengan mata berbinar.

Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar, tapi tentang menemukan peran. Riski Sulaiman Nasution, siap menjadi bagian dari perubahan.

"Siap berdiri di tengah masyarakat, menyuarakan suara pesisir, dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memperjuangkan maritim Indonesia," tandas dia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)