Foto: Tamara Tanjung dan wamenaker. (Istimewa)
Jakarta - Di tengah derasnya arus perubahan global dan persaingan dunia kerja yang kian ketat, pemerintah Indonesia bergerak cepat menyiapkan generasi penerus bangsa agar tak sekadar siap bersaing, tetapi mampu memimpin. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Program Prioritas Angkatan Kerja Muda hadir sebagai jawaban atas tantangan itu, menargetkan lahirnya tenaga kerja muda yang terampil, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Dalam forum penting yang digelar di Jakarta, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer Gerungan, menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda.
Menurutnya, mereka memiliki energi yang tak terbatas, kreativitas yang segar, serta kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perkembangan teknologi dan tren industri.
“Tugas kita adalah membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dan akses peluang kerja yang tepat, sehingga mereka tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional,” ujarnya penuh keyakinan.
Program prioritas ini dirancang komprehensif: mulai dari peningkatan keterampilan (upskilling), pelatihan ulang (reskilling), penguatan pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan industri, hingga pembukaan akses magang dan jaringan kerja yang lebih luas.
Kemnaker juga mendorong kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif bagi semua lapisan generasi muda.
Hadir pula Tamara Tanjung, Duta Maritim Indonesia perwakilan Sumatera Utara dari Kabupaten Padang Lawas Utara. Ia menilai inisiatif ini merupakan momentum strategis bagi daerah untuk mengirimkan talenta muda ke kancah nasional dan internasional.
“Kolaborasi seperti ini membuka peluang besar bagi anak muda, bahkan dari daerah yang jauh dari pesisir, untuk berkiprah di sektor kemaritiman dan memanfaatkan potensi laut Indonesia secara berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan Program Prioritas Angkatan Kerja Muda, Kemnaker RI berharap lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus mampu menciptakan peluang baru. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi pondasi bagi Indonesia untuk mengukuhkan posisinya sebagai negara maritim yang kuat, inovatif, dan berdaya saing di panggung dunia.
Tamara menyampaikan apresiasinya atas kesempatan tersebut, menyebut bahwa kunjungan ini memberi wawasan baru tentang pentingnya sinergi antara kebijakan ketenagakerjaan, dunia industri, dan generasi muda.
“Sebagai Duta Maritim, saya melihat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan anak muda untuk berkontribusi di sektor kemaritiman, apalagi jika didukung pelatihan, teknologi, dan jaringan kerja yang tepat,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang mempererat hubungan antara Kemnaker RI dan Duta Maritim Indonesia, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan keterampilan serta memanfaatkan peluang di era persaingan global. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, generasi muda Indonesia diyakini mampu membawa bangsa menuju masa depan sebagai negara maritim yang kuat, inovatif, dan berdaya saing dunia.
Tulis Komentar