maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Tim Survei KNMP Verifikasi Kesiapan Enam Desa Nelayan di MBD

$rows[judul]

Tiakur– Tim Survei Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk menilai potensi perikanan dan kesiapan desa-desa yang diusulkan sebagai calon lokasi program tersebut.

‎‎Ketua Tim Survei, Rani Hafsaridewi, saat melakukan kunjungan di Desa Nusiata, Kecamatan Wetang, Sabtu (30/5) yang didampingi Camat dan Kepala Desa Nusiata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi dan penilaian terhadap desa-desa yang diusulkan dalam Program KNMP.

‎‎"Survei ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi desa, potensi perikanan, serta kesiapan masyarakat dalam mendukung program. Hasilnya akan menjadi bahan kajian dan rekomendasi dalam proses penetapan lokasi," ujar Rani.

‎‎Selama kunjungan, tim melakukan observasi lapangan serta berdialog dengan pemerintah desa, nelayan, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengumpulkan data sosial ekonomi, aktivitas perikanan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

‎‎"Bagi desa-desa lain yang telah diusulkan, saat ini masih menunggu arahan dan tahapan selanjutnya sesuai target yang telah ditetapkan," ujar Rani.

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten MBD, Herdy M. Ubro, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten MBD mengusulkan enam desa sebagai calon penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Desa Ustutun di Kecamatan Wetar Barat, Desa Lebelau di Kecamatan Kisar Selatan, Desa Solath di Kecamatan Romang, Desa Nusiata di Kecamatan Wetang, Desa Ahanari di Kecamatan Babar Timur, dan Desa Ilmarang di Kecamatan Dawelor Dawera.



‎‎Menurut Herdy, usulan tersebut didasarkan pada potensi sumber daya perikanan, keberadaan komunitas nelayan yang aktif, serta kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan.

‎‎"Saat ini tim survei melakukan verifikasi di tiga lokasi, yakni Desa Lebelau di Kecamatan Kisar Selatan, Desa Nusiata di Kecamatan Wetang, dan Desa Ahanari di Kecamatan Babar Timur. Hasil survei ini akan menjadi dasar penilaian dalam proses penetapan lokasi Program KNMP," katanya.

‎‎Ia menjelaskan, Desa Ustutun di Kecamatan Wetar Barat akan menjadi lokasi survei berikutnya. Penjadwalan survei di wilayah tersebut disesuaikan dengan kondisi transportasi menuju Pulau Wetar serta keterbatasan jumlah personel tim survei yang bertugas di Kabupaten MBD, yang hanya terdiri dari dua orang.

‎‎Ia menambahkan, pada tahun 2025 tim survei KNMP telah melakukan survei di dua lokasi di Kabupaten MBD, yakni Dusun Siota, Desa Klis, Kecamatan Moa, dan Desa Nuwewang, Kecamatan Letti. Kedua lokasi tersebut telah melalui seluruh tahapan penilaian dan saat ini berada pada proses akhir.

‎‎Herdy berharap desa-desa yang diusulkan dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga memperoleh dukungan melalui Program KNMP.

‎‎"Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong pembangunan kawasan perikanan yang berkelanjutan di MBD," ujarnya.

‎KNMP merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat pembangunan kawasan pesisir melalui peningkatan infrastruktur perikanan, penguatan kelembagaan nelayan, pengembangan usaha produktif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.‎‎Hasil survei lapangan selanjutnya akan dianalisis sebagai bagian dari proses evaluasi dan penetapan lokasi penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)