maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Peternak Ikan Turi Sleman yang Berhasil Mematahkan Mitos Budidaya Gurame

$rows[judul]

Sleman – Suharno, peternak ikan berusia 84 tahun asal Kapanewon Turi yang membudidayakan ikan di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, membuktikan bahwa keyakinan lama mengenai budidaya ikan air tawar tidak sepenuhnya benar.

Melalui pengalamannya bertahun-tahun, ia berhasil mematahkan mitos bahwa ikan gurame tidak dapat dipelihara berdampingan dengan ikan nila dalam satu wadah kolam yang sama.

Di kolam berukuran 2 x 3 meter dengan kedalaman satu meter miliknya, ratusan ekor gurame dan nila mampu tumbuh bersama hingga berukuran besar tanpa saling menyerang.

Kunci keberhasilan budidaya campuran tersebut terletak pada pemahaman perilaku benih ikan sejak dini.

“Rahasianya, kedua jenis ikan itu disatukan sejak kecil. Jadi, mereka sudah terbiasa hidup bersama. Kalau sejak kecil sudah bersama, ternyata bisa rukun,” ujar Suharno.

Selain menggabungkan dua jenis ikan, Suharno juga menerapkan metode pengelolaan air kolam yang terbilang tidak biasa.

Berbeda dengan pandangan umum yang mewajibkan air kolam selalu jernih dan mengalir, ia justru memelihara puluhan gurame berbobot lebih dari dua kilogram dalam kolam berair keruh kehijauan dan tidak bersirkulasi secara terus-menerus.

Keberhasilan metode tersebut terbukti saat pengurasan kolam utama berukuran 4 x 4 meter yang berada di dalam rumahnya pada Selasa (21/07/2026).

Saat air surut, ratusan ekor ikan gurame siap jual tampak sehat, aktif bergerak, dan memiliki bobot yang optimal.

Bagi Suharno, keberanian mencoba dan mengamati langsung kondisi lapangan menjadi kunci utama dalam memelihara gurame sebagai tabungan aset bernilai ekonomi tinggi.

Pengalaman praktis ini membuktikan bahwa ketekunan dalam memahami karakter ikan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengikuti anggapan konvensional.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)