Kediri — Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan pengabdian masyarakat di Desa Punjul, Kediri pada Minggu (19/7/2026). Di bawah Ketua Abdul Manan Spi Msi PhD, tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan Pendampingan pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Ikan Hias” di Desa Punjul. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan teknologi budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Pengabdian masyarakat ini merupakan hasil sinergi dengan Dinas Perikanan Kota Kediri. Dalam memberikan pendampingan, FPK UNAIR turut menghadirkan narasumber dari Dinas Perikanan Kota Kediri. Kolaborasi tersebut harapannya dapat mengintegrasikan pengalaman praktis di lapangan dengan hasil riset akademik. Sehingga solusi yang diberikan lebih mudah diterapkan oleh masyarakat.
Sugiarto, perwakilan Dinas Perikanan Kediri menyampaikan materi bertajuk Herbal Alami: Menjaga Kesehatan Ikan Hias di Musim Kritis. Ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan bahan herbal alami sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan ikan komet, meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap perubahan lingkungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dalam budidaya.
Lebih lanjut, ia juga mengenalkan bahan herbal alami yang mudah didapat di sekiatr serta cara pengolahannya. Sehingga, harapannya peserta mampu menerapkan teknologi sederhana yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
“Bahan herbal alami memiliki potensi besar sebagai alternatif menjaga kesehatan ikan. Selain mudah diperoleh, penggunaannya juga lebih ramah lingkungan dan mendukung budidaya ikan hias yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya, Prof Akhmad Taufiq Mukti Spi Msi, dosen FPK UNAIR menjelaskan pentingnya peningkatan kualitas produk. Di samping itu, penerapan inovasi budi daya, penguatan manajemen usaha, serta strategi pemasaran juga tak luput dari materinya.
Materi tersebut memberikan wawasan bahwasanya keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis budidaya. Melainkan juga kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional, mengikuti perkembangan pasar, serta memanfaatkan inovasi berbasis hasil penelitian untuk meningkatkan nilai tambah.
“Keberlanjutan usaha budidaya tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan ikan yang berkualitas, tetapi juga pada kemampuan pembudidaya dalam berinovasi, mengelola usaha secara efektif, dan mampu membaca peluang pasar,” tuturnya.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi kegiatan pengabdian tersebut juga sekaligus mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas budidaya, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan usaha budidaya ikan komet yang berdaya saing, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan senyawa bioaktif alami yang ramah lingkungan, serta SDG 14 (Life Below Water) melalui penerapan praktik budidaya yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara Dosen FPK UNAIR, Dinas Perikanan, dan Pokdakan “Ikan Hias” Desa Punjul harapannya mampu meningkatkan kapasitas pembudidaya dalam mengembangkan usaha ikan hias yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Tulis Komentar