Jakarta - Dyah Arum Sari, S.H., S.S., M.Pd., C.ST MI selaku Staff Ahli Aspeksindo menekankan pentingnya nilai etika seorang individu. Dari pemaparan Dyah, salah satu peserta Sekolah Duta Maritim menyimpulkan dengan etika seseorang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Di era modern ini, kesuksesan tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual atau keterampilan teknis, tetapi juga dari bagaimana seseorang berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Etika dan sopan santun (manner) memegang peranan penting dalam membangun hubungan yang baik dan menciptakan kesan positif," kata Aisyah Rahmadani di kantor Aspeksindo, Senin (11/8/2025).
Aisyah mengutarakan, Dyah menekankan pentingnya membekali diri dengan etika yang baik.
"Niat baik saja tidak cukup. Etika adalah kunci bagaimana orang akan menerima kita," ujarnya.
Menurut Aisyah, etika adalah kebiasaan atau karakter yang mencerminkan kepribadian seseorang. Jika seseorang memiliki etika yang buruk, akan sulit bagi orang lain untuk menerima dan mempercayainya.
Salah satu aspek penting dari etika adalah kedermawanan. Kedermawanan tidak hanya berarti memberikan materi, tetapi juga meliputi memberikan waktu, perhatian, dan dukungan kepada orang lain. Orang yang dermawan akan lebih dihargai dan dihormati oleh lingkungannya.
Sementara Dyah menambahkan, Kedermawanan adalah investasi jangka panjang.
"Dengan membantu orang lain, kita tidak hanya membuat hidup mereka lebih baik, tetapi juga membuka pintu bagi peluang dan hubungan yang bermanfaat bagi diri kita sendiri," ujar Dyah dihadapan peserta.
"Oleh karena itu, mari kita jadikan kedermawanan sebagai bagian dari etika kita sehari-hari. Dengan begitu, kita tidak hanya akan menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," tutup Dyah.
Tulis Komentar