Jakarta - Di sebagian wilayah Indonesia Timur, pesawat bukan hanya alat transportasi. Bagi masyarakat di kawasan kepulauan dan wilayah terpencil, penerbangan menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, keandalan pasokan avtur menjadi faktor penting agar konektivitas udara tetap berjalan setiap hari.
Komitmen menjaga konektivitas tersebut terus diperkuat PT Patra Logistik melalui dukungan pengelolaan Aviation Fuel Terminal (AFT) bersama Pertamina Patra Niaga melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) di berbagai wilayah strategis Indonesia Timur. Sepanjang 2025 hingga April 2026, Patlog tercatat menyalurkan lebih dari 265 ribu kiloliter avtur untuk mendukung aktivitas penerbangan di berbagai titik operasional.

Dalam periode tersebut, operasional distribusi avtur Patlog juga mendukung lebih ribuan pergerakan penerbangan domestik dengan tingkat keandalan layanan mencapai 99,7 persen dan ketepatan layanan operasional di atas 99 persen. Seluruh operasional tersebut dijalankan tanpa insiden mayor operasional, yang menunjukkan implementasi standar keselamatan dan HSSE berjalan konsisten di seluruh titik operasi.
Operasional distribusi tersebut dijalankan melalui pengelolaan Aviation Fuel Terminal (AFT) di sejumlah wilayah strategis seperti Banyuwangi, Bima, Maumere, Ende, Labuan Bajo, Waingapu, Tambolaka, Sampit, hingga Timika. Sebagian besar wilayah tersebut memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi udara karena kondisi geografis kepulauan dan keterbatasan akses logistik darat.

Di Labuan Bajo misalnya, distribusi avtur menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas kawasan pariwisata prioritas national, termasuk dalam melayani penerbangan rute internasional. Sementara di Timika dan sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur, penerbangan menjadi jalur utama mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok.
Direktur Operasi & Pemasaran PT Patra Logistik, Joko Priyambodo, mengatakan bahwa distribusi avtur tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan, tetapi juga mendukung konektivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Keandalan distribusi avtur memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas udara, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang sebagian besar masih bergantung pada transportasi penerbangan. Karena itu, kami terus memastikan operasional distribusi berjalan secara aman, andal, dan konsisten guna mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).
Ke depan, Patra Logisik akan terus mendukung keandalan distribusi avtur di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas udara di Indonesia. Di wilayah kepulauan dan kawasan dengan akses transportasi terbatas, distribusi energi penerbangan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas logistik, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah.
Tulis Komentar