maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Aliansi PMII Makassar Serukan Lawan Rezim Militerisme Prabowo

$rows[judul]

Makassar - Muhammad Radja Armaksyal Kader PMII RAYON HUKUM UMI dan puluhan massa dari Aliansi Pergerakan mahasiswa islam (PMII) Cabang Makassar menggelar aksi unjuk rasa di bawah jembatan fly over Jln. UripSumoharjo Makassar. Aksi tersebut mengangkat grand isu “Rakyat indonesia diLanda Krisis: BangunKekuatan Rakyat, Lawan Rezim MiliterismePrabowo-Gibran. Selasa (18/6/2026)

Jendral Lapangan (Jenlap) aksi demonstrasimenjelaskan bahwa sebenarnya ada begitu banyak isu yang terjadi saat ini dalam negara, namun sekarangyang menjadi sorotan masyarakat di tengah krisisinflasi saat ini adalah MBG.

”fokus utama kita hari ini adalah hapuskan MBG,” Tegasnya.

Angkara, sebagai Humas mengungkapkan bahwaprogram Makan Bergizi Gratis (MBG) harusdihapuskan karena ada hampir tiga puluhan ribu lebihanak anak keracunan dan ada hampir tujuh ribu SatuanPelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berpotensi di tutup.

“jadi dari tata pelaksanaan sampai kebijakan maupunorang yang melaksanakan itu bermasalah,” ucapnya

Radja salah satu massa aksi menjelaskan bahwa, menggelar aksi adalah kemudian untuk merespon persoalan dan problematika yang terjadi di negara saatini seperti korupsi yang dilakukan oleh oknumpemerintah atas kepentingan pribadi

“itu hal yang kemudian urgent bagi pihak mahasiswadan masyarakat.” tuturnya

Lanjut radja menjelaskan bahwa masyarakat dan mahasiswa harus lebih jeli melihat dan menganalisaapa output yang dihasilkan dari beberapa program inti yang diluncurkan Prabowo, jangan sampai adakebohongan yang kemudian disembunyikan oleh pemerintahan.

“Muhammad Radja Armaksyal dengan ini mendesak keresahan masyarakat dan mahasiswa,”ujarnya

Pada aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang dibacakan saat pernyataan sikap diantaranya.

“Mendesak pemerintah untuk menurunkan BBM, cabut UU Polri/TNI, mendorong pemerintah untukmenyelesaikan krisis inflasi, menolak seluruh ProyekStrategis Nasional (PSN), menolak peradilan militeryang melanggengkan impunitas, sahkan UU perampasan aset, hentikan perampasan ruang hidup, tolak komando territorial, Tarik TNI ke barak dan buka akses jurnalis independen di papua”

Muhammad Radja Armaksyal menyampaikan adapun capaian aksi pada saatini adalah bagaimana pemerintah atau pihak yang berwenang segara menuntaskan apa yang kemudianmenjadi permasalahan kepada kebijakan saat ini.

“kita melihat bagaimana dengan hadirnya kebijakanyang tidak sesuai dengan harapannya kita,”tutupnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)