maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

BRIN-OceanX Akan Eksplorasi Ekosistem Gunung Api Bawah Laut di Perairan Sulawesi Utara

$rows[judul] Foto: Kapal Riset Ocean Explorer dengan panjang 87 meter, dilengkapi laboratorium kering dan basah, CTD rosette sampling, ROV dengan kemampuan hingga 60 meter, triton submersible hingga kedalaman 1.000 meter, serta airbus helikopter untuk observasi megafauna (Foto: BRIN)

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng OceanX untuk melakukan riset laut dalam yang akan dimulai pada November-Desember 2025. Ekspedisi ini akan berfokus pada ekosistem gunung api bawah laut di perairan Sulawesi Utara (Sulut), kawasan yang hingga kini belum pernah dieksplorasi secara ilmiah.

"Ekspedisi pertama ini akan menghasilkan data dasar ekologi dan genetik," kata Adi Slamet Riyadi, Senin (25/8/2025). Seperti diketahui, ia adalah Ketua Tim Tata Kelola Ekspedisi, Direktorat Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN.

Adi menjelaskan bahwa OceanX akan menghadirkan salah satu fasilitas penelitiannya yang berkelas dunia, Kapal Riset Ocean Explorer. Kapal ini akan menjadi pusat kegiatan riset sekaligus pelatihan bagi para ilmuwan Indonesia.

Tak hanya itu, dalam ekspedisi laut dalam mendatang, OceanX akan menghadirkan beragam wahana riset berteknologi tinggi yaitu Kapal Riset Ocean Explorer dengan panjang 87 meter yang berfungsi sebagai pusat utama penelitian. Kapal ini dilengkapi fasilitas laboratorium kering dan basah, perangkat CTD rosette sampling untuk pengukuran parameter laut, serta ROV (Remotely Operated Vehicle) yang mampu menyelam hingga 60 meter.

Turut juga dalam ekspedisi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BAPPENAS, serta sejumlah perguruan tinggi dalam negeri. Kolaborasi tersebut mencakup perencanaan ekspedisi, penyelenggaraan program pelatihan, hingga publikasi hasil penelitian yang diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang potensi ekosistem laut dalam Indonesia.

"Ekspedisi pertama ini akan menghasilkan data dasar ekologi dan genetik yang mendukung desain kawasan konservasi laut nasional. Serta melatih para peneliti Indonesia di atas kapal dan membangun momentum untuk eksplorasi laut dalam yang dipimpin oleh Indonesia," ungkap Adi.

"Laut Indonesia penting bagi keanekaragaman hayati, iklim, dan sumber daya genetik," lanjut dia.

Selain itu, OceanX juga menurunkan triton submersibles yang dapat menjelajahi kedalaman hingga 1.000 meter guna mendukung observasi langsung ekosistem laut dalam. Untuk melengkapi riset megafauna, kapal ini dilengkapi helikopter Airbus yang dapat digunakan untuk pemantauan dari udara.

OceanX dan BRIN Luncurkan Misi Kolaboratif

OceanX dan BRIN meluncurkan misi kolaboratif untuk menutup kesenjangan pengetahuan laut di Indonesia. Fokusnya pada ilmu laut, peningkatan kapasitas, dan kebijakan berbasis data.

"Kolaborasi ini sepenuhnya di bawah kepemimpinan Indonesia," tegas Adi. 

Program ini mendukung Proyek KRISNA, LAUTRA, dan RPJMN yang berfokus pada pengelolaan laut berkelanjutan, dengan riset yang diarahkan pada enam tema strategi utama. Fokus penelitian tersebut meliputi keanekaragaman hayati laut dalam, ekosistem, oseanografi, geohazard, megafauna, serta dinamika karbon laut.

"Peserta minimal S2 di bidang kelautan atau kebumian, mereka harus WNI atau mitra bernyanyi dengan kolaborator Indonesia, peserta hanya boleh mengajukan permohonan," ujar dia.

Sebagai informasi, peserta wajib ikut dalam pengambilan sampel dan akuisisi data di laut, partisipasi lapangan menjadi bagian dari komitmen ilmiah. Pendaftaran dibuka 22 Agustus hingga 3 September 2025, seleksi substansi dilangsungkan pada 4–8 September.

Pengumuman peserta dilakukan 9 September, workshop pada 10–11 September 2025. Ekspedisi mulai berlayar November–Desember 2025. 

"Petunjuk teknis dan pengajuan proposal tersedia secara berani," tandas dia. Akses informasi lengkap melalui laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)