TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik penyerahan bantuan Solar-Powered Ice Storage kepada Kelompok Nelayan Doro Ici, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian peresmian dan bakti sosial memperingati HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di Dermaga Doro Ici Rua, Sabtu (5/9/2026).
Bantuan berupa ice maker dan cold storage berkapasitas 300 liter ini disalurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djayadi, Dirut BEI Jeffrey Hendrik, Ketua Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia Antonius Herman Azwar, Dirut KSEI Samsul Hidayat, Kepala OJK Malut Adi Surahmat, Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Ternate Nandi Nasser, Camat Pulau Ternate, Lurah Rua Ma'aruf M. Saleh, serta masyarakat dan Kelompok Nelayan Doro Ici.
Asisten II Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, yang hadir mewakili Wakil Gubernur, menyampaikan apresiasi kepada OJK dan panitia penyelenggara. Menurutnya, Kelurahan Rua dipilih karena menjadi salah satu penyumbang hasil perikanan terbesar di Maluku Utara.
"Para nelayan di sini adalah nelayan mandiri dengan hasil tangkapan mencapai ratusan kilogram setiap kali melaut. Oleh karena itu, fasilitas cold storage ini sangat tepat guna untuk menjaga kualitas hasil tangkapan," ujar Sri Haryanti.
Ia berharap fasilitas ini dapat dikelola dengan baik oleh kelompok nelayan. Dengan hadirnya ice maker, biaya pembelian es batu dapat ditekan sehingga pendapatan nelayan ditargetkan meningkat hingga 20 persen.
Sri Haryanti juga menitipkan pesan agar masyarakat menjaga amanah tersebut bersama-sama. "Jadikan bantuan ini sebagai pemersatu dan penguat semangat gotong royong. Jangan sampai justru menimbulkan perpecahan," tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Insan Bumi Mandiri, Zulfa Faizah, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan program kelima dari yayasan tersebut. Sebanyak delapan anggota Kelompok Nelayan Doro Ici menjadi penerima manfaat awal. Sistem operasionalnya menggunakan mekanisme hybrid (tenaga surya dan PLN) agar tetap berfungsi optimal saat musim hujan.
"Nelayan di sini setiap kali melaut bisa memperoleh hingga 300 kg tangkapan. Kebutuhan es batu merupakan hal utama," jelasnya.
Tulis Komentar