Jakarta - Sekolah Duta Maritim Indonesia Batch 4 Aspeksindo tahun 2025 tidak hanya memberikan pembekalan materi di dalam ruang kelas, tetapi juga memberikan materi di luar kelas sekaligus mengenai materi di luar maritim untuk meningkatkan pemahaman dan memperluas wawasan peserta. Para peserta mengunjungi Monumen Pancasila Sakti, pada pagi hari Sabtu, 16 Agustus 2025.
Monumen Pancasila Sakti memiliki berbagai ruangan dan fasilitas mengenai sejarah para pahlawan Indonesia. Para peserta memperoleh edukasi dengan berinteraksi secara langsung dengan berbagai properti dan informasi yang ada di sana. Sebelum menuju gedung sejarah yang tersedia, rimbun pohon menyambut pengunjung dengan sejuk.
Sejarah Monumen Pancasila Sakti menjadi simbol perjuangan bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Para finalis mendapatkan penjelasan mendalam tentang kurang lebih 25 sejarah paling dikenang di Indonesia dan arti penting Pancasila sebagai dasar negara yang harus dijaga dan dilestarikan.
Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) menjadi salah satu Gedung yang tersedia. Dari ruangan yang berisikan gambaran peristiwa sejarah melalui karya seni, Gambaran peristwisa sejarah melalui lukisan, ruang pameran kesenian, hingga informasi peristiwa sejarah yang menjelasankannya. Oleh karena itu, antusiasme peserta tetap tinggi karena keseruan dari pagi menuju siang hari.
Dari monument ini bisa melihat gambaran suasana berbagai pemberontakan yang dilancarkan oleh kelompok PKI di berbagai daerah. Peserta antusias mengikuti alur cerita sejarah pemberontakan PKI disini, karena bisa mengetahui bagaimana perjuangan nyawa darj para pahlawan untuk mempertahankan kesatuan bangsa kita. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi para peserta SDMI untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga persatuan bangsa.
Tentunya, akan menjadi pengalaman luar biasa bagi para peserta yang baru pertama kali menjajaki kawasan edukasi maritim ini. Harapannya, para peserta terus meningkatkan wawasan peristiwa sejarah bangsa dan dapat menyebarkan lebih luas lagi mengenai edukasi sejarah. Mulai dari mengenal monumen sejarah, menuju wawasan bangsa yang cerah.
Tulis Komentar