maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Finalis Duta Maritim Indonesia Dapat Pembekalan Hukum Maritim dari TGUPP Provinsi Kaltim

$rows[judul]

Jakarta - Rangkaian Sekolah Duta Maritim Indonesia kembali menghadirkan sesi pembekalan inspiratif. Kali ini, para finalis mendapat materi dari Mukhlis Ramlan, Anggota TGUPP Bidang Hukum dan Regulasi Provinsi Kalimantan Timur, yang membahas tentang Hukum Maritim Indonesia, Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

Dalam pemaparannya, Mukhlis M.H menjelaskan pentingnya pemahaman hukum maritim bagi generasi muda. Laut tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga ruang yang rentan dengan berbagai pelanggaran hukum, mulai dari pencurian ikan, penyelundupan, hingga konflik batas wilayah.

“Generasi muda harus memahami bahwa laut bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga soal kedaulatan dan penegakan hukum. Dengan memahami hukum maritim, kita bisa ikut serta menjaga laut Indonesia dari ancaman dan pelanggaran,” itu menurut Mukhlis.

Menariknya, dalam sesi ini para finalis juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi dan keresahan maritim dari daerah masing-masing. Isu yang diangkat beragam, mulai dari pencemaran laut, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pesisir, hingga persoalan regulasi yang masih belum berjalan optimal.

Saya Nida Samrotul Puadah, terbesit pandangannya tentang pentingnya edukasi maritim sejak dini di daerah non-pesisir. Tasikmalaya memang bukan daerah pesisir, tapi kesadaran maritim tetap penting. Anak muda harus dibekali pemahaman bahwa laut adalah masa depan bangsa. Melalui forum ini saya bisa menyuarakan aspirasi daerah sekaligus mendapat arahan bagaimana menjadikannya gerakan nyata".

Mukhlis Ramlan menanggapi dengan memberikan arahan konkret agar setiap aspirasi yang disampaikan para finalis bisa dijadikan bahan advokasi ke depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan pemangku kebijakan untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Pembekalan ini menjadi pengalaman berharga, di mana para finalis tidak hanya belajar teori hukum maritim, tetapi juga diberdayakan untuk menjadi jembatan aspirasi daerah dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)