maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

PNM Berdayakan Perempuan Pesisir Tingkatkan Ekonomi Maritim

$rows[judul] Foto: Warga Desa Sarangmeduro. (Istimewa)

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjalankan program Kampung Madani PNM di wilayah pesisir, seperti Desa Sarangmeduro, Kabupaten Rembang, dan Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, Kamis, (21/8/2025). Program ini menekankan pemberdayaan perempuan sebagai kunci penguatan ekonomi maritim Indonesia.

Program Kampung Madani PNM ditujukan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu nelayan dan pelaku usaha kecil. Program ini mendorong mereka mengelola potensi laut secara lebih produktif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, PNM membentuk klasterisasi usaha Ikan Asap sebagai penguatan ekonomi lokal di Desa Sarangmeduro. Ratusan nasabah PNM Mekaar turut mendapat berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing.

Pelatihan itu mencakup pengolahan ikan asap secara higienis, penggunaan kemasan modern, literasi keuangan, hingga sertifikasi halal. Tujuannya agar produk olahan ikan asap tidak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar modern dan masuk dalam dapur gizi nasional.

Sementara itu, di Desa Mundu Pesisir, Cirebon, PNM mengembangkan klasterisasi olahan hasil laut. Mayoritas nasabah PNM Mekaar di desa ini adalah perempuan pesisir yang mendapat pelatihan diversifikasi produk, strategi pemasaran online maupun offline, serta pemanfaatan limbah hasil laut.

Desa Mandu Pesisir ditargetkan mampu menghasilkan produk unggulan berskala nasional sekaligus mendorong pengembangan potensi ekowisata pesisir di masa mendatang. Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menyebut klasterisasi membuat program pemberdayaan lebih terarah sesuai potensi lokal.

"Perempuan pesisir bukan hanya mendukung ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi garda depan dalam memperkuat ketahanan ekonomi maritim Indonesia," kata Dodot.

Selain pelatihan usaha, PNM juga menghadirkan program tanggung jawab sosial melalui PNM Peduli di dua desa tersebut. Program ini mencakup pembangunan Ruang Pintar PNM untuk belajar gratis, penyediaan sarana air bersih, hingga penanaman mangrove.

Dodot juga menyebut masyarakat turut mendapatkan sosialisasi hidup sehat dan layanan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, hadir pula program PNM Mengajar yang melibatkan edukasi langsung kepada warga.

"Pemberdayaan yang kami lakukan tidak hanya fokus pada usaha, tapi juga menyentuh aspek sosial dan lingkungan. Karena perempuan pesisir yang sehat, cerdas, dan berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat dan generasi maritim yang tangguh," tambah Dodot.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)