maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Syaidah Peserta Sekolah Duta Maritim Aspeksindo Kunjungan ke Kemnaker, Bahas Program Prioritas Angkatan Kerja Muda

$rows[judul] Foto: Peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia saat mengunjungi Kemnaker RI. (Istimewa)

Jakarta - Dalam upaya memperkuat sinergi antara sektor maritim dan ketenagakerjaan, Duta Maritim melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Rabu, 13 Agustus 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk Ngobrol Pintar (ngopi) peran kemnaker RI pada program prioritas angkatan kerja muda. 

Pembahasannya mencakup berbagai program strategis yang mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja maritim dan semua sektor pekerjaan serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan, perusahaan-perusahaan dan mengurangi tenaga kerja asing serta memprioritaskan pekerja dalam negeri.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, duta maritim Indonesia bersama jajaran kementerian membahas langkah-langkah konkret dalam pelatihan vokasi, perlindungan hak pekerja maritim, serta upaya memperluas kesempatan kerja yang berkelanjutan di sektor kelautan.

"Sebagai duta maritim, saya berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja maritim agar dapat bersaing secara global sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Syaidah usai mendengarkan paparan Wamen Kemnaker.

Kementerian Ketenagakerjaan menyambut baik kunjungan ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan industri maritim nasional dan seluruh industri yang ada di setiap daerah.

Dalam waktu dekat, diharapkan akan ada program-program pelatihan dan sertifikasi yang lebih terintegrasi guna memastikan standar kompetensi tenaga kerja yang lebih baik.

Menurut Syaidah, Wamen Kemnaker sangat responsif menanggapi anak muda di seluruh Indonesia. “Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan tokoh maritim dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan poros pemberdayaan segala tenaga kerja yang ada di dalam negeri yang didukung oleh tenaga kerja yang terampil dan terlindungi,” tandas Syaidah.


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)