Jakarta - Mega Anastasya Diska Mokognita, seorang aktivis perempuan, memberikan materi terkait isu-isu perempuan dan kesetaraan gender kepada peserta kegiatan. Dalam sesi ini, ia mengangkat berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan, khususnya di wilayah pesisir.
Beliau menjelaskan bahwa perempuan merupakan kelompok yang rentan, baik secara sosial maupun ekonomi, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan lebih. Kerentanan ini sering kali membuat perempuan berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam pengambilan keputusan maupun akses terhadap sumber daya.
Mega juga menekankan pentingnya advokasi bagi perempuan. Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan wadah yang aman dan mendukung, agar mereka dapat mengekspresikan aspirasi dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan di pesisir bukan hanya soal peningkatan keterampilan, tetapi juga penguatan posisi dan suara mereka dalam masyarakat. Dengan begitu, kesetaraan gender dapat lebih mudah terwujud.
Para peserta terlihat sangat interaktif dalam sesi diskusi ini. Mereka saling bertukar pandangan tentang berbagai persoalan perempuan, serta berbagi pengalaman dan pemikiran terkait upaya mengatasi tantangan tersebut.
Salah satu peserta, Luthfah, menyampaikan pandangannya bahwa perempuan kerap memiliki peran ganda, baik di ranah domestik maupun publik. Kondisi ini, menurutnya, sering membuat perempuan tidak dapat mengambil semua peluang yang ada, sehingga perlu adanya dukungan nyata untuk mengatasinya.
Tulis Komentar