maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Tren Konsumsi Ikan Meningkat, Inovasi Budidaya Air Tawar Presisi Kian Relevan

$rows[judul]

Cibinong – Transformasi teknologi perikanan budidaya menjadi kunci pemenuhan kebutuhan protein ikan di Indonesia. Menyadari urgensi tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong percepatan inovasi sekaligus hilirisasi teknologi budidaya ikan air tawar berbasis sistem presisi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan industri akuakultur nasional.

Percepatan tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional Aquatalk #5 bertajuk “Inovasi dan Hilirisasi Teknologi Budidaya Ikan Air Tawar Presisi Menuju Industri Perikanan yang Tangguh dan Berkelanjutan,” Kamis (12/3).

Forum ilmiah yang digelar oleh Pusat Riset Budidaya Air Tawar, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, menjadi ruang diskusi antara peneliti, pelaku industri, dan praktisi akuakultur untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dalam praktik budidaya.

Sektor perikanan budidaya selama ini memegang peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi di berbagai daerah. Tingginya konsumsi ikan masyarakat Indonesia serta meningkatnya permintaan pasar domestik dan global menuntut sistem produksi yang semakin efisien dan adaptif terhadap tantangan lingkungan.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, dalam webinar tersebut menegaskan bahwa tema webinar ini sangat relevan dengan dinamika sektor perikanan yang terus berkembang. Ia menjelaskan, konsumsi ikan nasional menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam dua dekade terakhir.

“Jika melihat data sejak 2003 hingga saat ini, konsumsi ikan masyarakat Indonesia telah mencapai sekitar 57 kilogram per kapita per tahun. Angka ini menjadi indikator positif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, sektor perikanan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja ekspor nasional. Puji menyebutkan bahwa nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2025 tercatat mencapai sekitar 6,7 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat sekitar 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya permintaan global terhadap komoditas perikanan, termasuk hasil budidaya seperti ikan konsumsi, udang, dan rumput laut.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan permintaan tersebut harus diimbangi dengan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)