Surabaya – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) memperkuat kerja sama riset dengan PT PAL Indonesia dalam pengembangan teknologi hidrodinamika dan sistem bawah air kapal nasional. Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di PT PAL Indonesia, Surabaya pada Senin (13/7) menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi teknologi propulsi kapal guna mendukung kemandirian industri pertahanan maritim Indonesia.
Dieektur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba menegaskan, penandatanganan kerja sama tersebut sebagai langkah awal dari implementasi nyata hasil riset nasional ke dalam industri pertahanan.
"Inovasi sistem hidrodinamika bawah air yang dikembangkan BRIN akan kami manfaatkan dalam pengembangan kapal nasional, dan kami berharap ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas pada berbagai teknologi bawah air lainnya," ujar Briljan.
Menurutnya, PT PAL selama ini terus berupaya mencari teknologi terbaik untuk mendukung pengembangan kapal pertahanan nasional. Melalui kolaborasi dengan BRIN, PT PAL optimistis inovasi dalam negeri mampu memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN Dadan Moh. Nurjaman mengatakan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin sejak era BPPT dengan PT PAL, dan kini diperkuat melalui BRIN.
"Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana hasil riset dapat menjawab kebutuhan nyata industri. Kami mendorong riset berbasis kebutuhan (demand driven research) agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh industri," jelas Dadan.
Ia menambahkan, BRIN siap mendukung pengembangan teknologi hidrodinamika kapal sesuai kebutuhan PT PAL. Sekaligus mendorong percepatan proses lisensi agar hasil inovasi dapat segera dimanfaatkan dan para periset memperoleh apresiasi atas karya intelektualnya.
Sementara itu, Perekayasa Ahli Madya PRTH BRIN Mahendra Indiaryanto menjelaskan, kolaborasi BRIN dan PT PAL diarahkan untuk membangun kemampuan nasional dalam desain, manufaktur, dan pengembangan sistem propulsi kapal. Sehingga mendukung kemandirian industri pertahanan maritim Indonesia.
"Dengan kompetensi sumber daya manusia dan fasilitas riset yang dimiliki PRTH BRIN, kami mengembangkan teknologi sistem bawah air yang mampu meningkatkan efisiensi kapal. Pengembangan desain juga didukung simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk menghasilkan performa yang optimal," ungkap Mahendra.
Ia membeberkan, BRIN dan PT PAL berkomitmen membangun kerja sama jangka panjang mencakup riset, desain, pengujian, hingga hilirisasi teknologi kapal. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan teknologi yang siap diproduksi di dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri pertahanan maritim nasional.
Melalui kerja sama ini, BRIN dan PT PAL Indonesia berharap sinergi pengembangan teknologi maritim dapat terus diperluas ke berbagai bidang strategis lainnya.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil riset nasional. Meningkatkan kapasitas industri pertahanan dalam negeri, serta mewujudkan kemandirian teknologi maritim Indonesia,” pungkasnya.
Tulis Komentar