Foto: Pemerintah menggelar sosialisasi ketahanan pangan maritim di Balai Pertemuan Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri (ANTARA).
Tanjung pinang - Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan ketahanan pangan maritim di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kawasan ini dipilih karena dianggap strategis dan memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian pangan berbasis sumber daya laut.
Proyek di Desa Pengudang menjadi lokasi perdana pelaksanaan program perubahan yang digagas Kabid Humas Polda Kepri, Zahwan Pandra Arsyad. Kegiatan ini mengusung tema pengembangan aliansi strategis kehumasan untuk membangun ekosistem ketahanan pangan maritim secara kolaboratif dan partisipatif di wilayah perbatasan.
"Proyek ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat," kata Zahwan Pandra dalam kegiatan sosialisasi perdana di Balai Pertemuan Desa Pengudang, Selasa, (2/8/2025).
Ia menjelaskan di Desa Pengudang dibentuk kampung pangan laut (kapal). Lokasi itu dipilih karena memiliki keunggulan strategis, selain berada di wilayah perbatasan yang dekat dengan Malaysia dan Singapura, juga kaya potensi maritim.
Wilayah pesisir ini memiliki kekayaan sumber daya laut mulai dari ikan, biota laut, padang lamun, terumbu karang, hingga hutan bakau. Potensi tersebut bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata yang menarik.
Dia menjelaskan, proyek tersebut berfokus pada pengangkatan kearifan lokal melalui pemanfaatan potensi hasil laut. Masyarakat didorong untuk mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
"Langkah ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan nasional," ungkap dia.
Sebagai pemimpin proyek, ia mengklaim bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I. Program tersebut digelar oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Angkatan 63 Tahun 2025 sebagai ajang strategis penguatan kapasitas kepemimpinan.
Ia juga berharap Kampung Pangan Laut dapat menjadi wadah peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Upaya itu ditempuh melalui edukasi, peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan distribusi dan pemasaran hasil laut.
Ia berharap Kampung Pangan Laut dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat pesisir. Upaya itu ditempuh lewat edukasi, peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan distribusi dan pemasaran hasil laut.
"Kehumasan Polri berperan penting mendiseminasikan informasi, lalu mengedukasi publik, sekaligus membangun citra positif institusi melalui karya nyata di tengah masyarakat," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajad menyampaikan pentingnya memberikan nilai tambah pada produk-produk hasil laut di Desa Pengudang. Ia menyebut langkah tersebut dapat meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
"Mudah-mudahan dengan adanya pengolahan dan pemasaran ini, katanya, produk Desa Pengudang bisa memiliki nilai tambah yang lebih. Selain itu, masyarakat harus didorong memiliki budidaya ikan, tidak hanya mengandalkan tangkapan di laut," ucap Said.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Adhe Fajar Haerika, berkomitmen mendorong produk olahan Desa Pengudang agar dapat masuk ke Koperasi Merah Putih. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
"Dengan cara ini, kami ingin memastikan produk masyarakat bisa masuk ke jalur distribusi yang tepat sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa," kata Adhe.
Tulis Komentar