Foto: Presiden Prabowo dan Anwar Ibrahim. (Dok sekretariat negara)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akan melakukan negosiasi perihal rencana pengelolaan bersama sumber daya Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia. Pihak Kemlu mengatakan proses negosiasi masih berlangsung dan diharapkan tercapai keputusan yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Kerja sama seperti itu masih dalam proses pembicaraan,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Abdul Kadir Jailani di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Abdul memastikan, dalam negosiasi antara kedua negara berusaha melahirkan solusi l untuk kebaikan dua pihak.
“Yang pasti, dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin kita melihat segala kemungkinan di mana kita berusaha mencari solusi yang terbaik bagi kedua negara,” kata Abdul.
Abdul Kadir menyebut rencana pengelolaan bersama wilayah maritim antara Indonesia dan Malaysia tersebut akan memerhatikan kesesuaian dengan hukum internasional yang berlaku.
Pada 29 Juli lalu, Menlu RI Sugiono menyampaikan bahwa rencana pengelolaan bersama kawasan maritim Ambalat masih dalam penjajakan, sehingga isu itu tidak dibahas secara spesifik dalam Konsultasi Tahunan Ke-13 Indonesia-Malaysia di Jakarta.
"Kita masih melakukan exploratory talk sebenarnya, modalitasnya seperti apa, teknisnya seperti apa, masih panjang perjalanan," kata Menlu Sugiono menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Merdeka selepas acara Konsultasi Tahunan tersebut.
Sugiono melanjutkan pada prinsipnya kedua negara memahami besarnya potensi yang ada di kawasan Ambalat sehingga perlu ada kerja sama untuk mengoptimalkan potensi-potensi tersebut, termasuk potensi bidang kelautan dan perikanan.
Tulis Komentar