maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Federasi Serikat Pekerja Pelabuhan dan Strategis Nasional Deklarasi Kolaborasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia

$rows[judul] Foto: foto bersama. (dok NU online)

Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Pelabuhan dan Strategis Nasional (FSPPSN) resmi mendeklarasikan diri untuk berafiliasi ke dalam Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi). Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan dokumen afiliasi FSPPN ke K-Sarbumusi yang dilakukan oleh Presiden K-Sarbumusi Irham Ali Saifuddin dan Ketua Umum FSPPN Farudi di lobi gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Sabtu (9/8/2025).

Penekenan tersebut juga disaksikan Ketua PBNU, H Mohamad Syafi' Alielha atau Savic Ali.  Dalam sambutannya, Irham menyatakan bahwa Sarbumusi adalah organisasi buruh yang menjadi salah satu Badan Otonom (Banom) di Pengurus Besar Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sehingga selalu berjuang dengan nilai dasar toleransi, keseimbangan, keadilan, dan moderasi.

"Kawan-kawan selamat datang di rumah besar Sarbumusi dengan adanya federasi sektor pelabuhan dan strategis nasional ini perhari ini total sudah ada 14 federasi di Sarbumusi dan kita ingin ke depan mungkin kalau tidak terkejar di masa periode saya, karena saya akan berakhir pada 2027 nanti, saya ingin ke depan Sarbumusi menjadi serikat paling besar di Indonesia," katanya saat sambutan. 

"Kawan-kawan tidak usah khawatir, jangan dilihat Sarbumusinya, Sarbumusi ini anaknya NU, NU ini pemegang sah saham terbesar di Republik ini makanya tidak ada satu pun hal yang bisa gagal apabila dinegosiasikan oleh NU dan Sarbumusi adalah bagian dari NU," tambahnya.

Sementara itu, Farudi mengungkapkan niatnya untuk bergabung ke dalam Sarbumusi. Ia menyatakan bahwa langkah ini diambil demi menyatukan aspirasi para pekerja pelabuhan dengan gerakan buruh yang sudah ada di tubuh Sarbumusi.

"Bicara tentang pelabuhan adalah bagaimana memacu logistik harus lebih cepat sampai ke tangan costumer, bagaimana lalu lintas di daerah Tanjung Priok atau daerah pelabuhan (lainnya) itu jangan sampai berdampak pada kemacetan yang bisa merugikan warga sekitar atau stakeholder lainnya. Bicara tentang pelabuhan juga kita juga harus tahu ternyata ada kesenjangan yang luar biasa antara pekerja organik, tenaga kerja asing, begitupun tenaga kerja yang saat ini belum bernasib baik," jelasnya. 

Farudi menegaskan pentingnya memperjuangkan hak-hak pekerja pelabuhan, terutama dalam hal kesejahteraan. Ia menyampaikan bahwa para buruh juga memiliki hak yang sama untuk hidup layak di tanah air.

"Oleh karena kita kita sudah berdiskusi dengan bapak Presiden tadi agar federasi ke depan harus memang bisa memberikan manfaat khususnya kepada anggota dan secara umumnya harus bisa memberikan kontribusi pada pelabuhan Indonesia yang kita cintai," jelasnya. 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)