Bogor - Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University bukan hanya menjadi ajang transfer wawasan dan pengalaman para dosen dan peneliti. Lebih jauh, program pengabdian masyarakat ini juga menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang memberikan solusi bagi masyarakat.
Di pesisir Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, tim Dospulkam IPB University menggandeng Pemerintahan Kabupaten Bangka Tengah mengenalkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Prof Mohammad Imron selaku ketua tim mengatakan, “Hari ini kami memperkenalkan mesin pendingin (coolbox) portable dengan panel surya, atraktor cumi, serta echosounder dan fishfinder untuk mendeteksi kelompok ikan di laut.”
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah coolbox portable dengan panel surya sebagai sumber listriknya, yang dapat menggantikan es batu. Alat ini menggunakan beberapa elemen seperti kompresor, kondensor, inverter, dan aki.
Panel surya sebagai sumber energinya mampu bertahan hingga 10 jam, dengan biaya pembuatan Rp7–8 juta. Perangkat ini dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan nelayan.
“Dengan menggunakan panel surya, kebutuhan energi listrik yang biasanya dihasilkan dari genset, maka ini dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan nelayan,” jelasnya.
Berikutnya, Prof Imron bersama tim—Prof Mulyono, Prof Sugeng Hari Wisudo, dan Prof Uju—mengenalkan atraktor cumi yang berfungsi meningkatkan hasil tangkapan cumi. Inovasi ini telah diuji coba dan terbukti memberi dampak di berbagai daerah.
Teknologi echosounder juga dipaparkan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan ikan di kedalaman laut, sehingga memudahkan nelayan menentukan lokasi ikan yang akan di tangkap tangkap menjadi lebih efektif.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengapresiasi langkah IPB University yang membawa teknologi dan pengetahuan baru ke daerahnya.
“Program ini menjadi peluang emas bagi nelayan kita untuk meningkatkan hasil tangkap dan kesejahteraan. Kehadiran para profesor ini adalah bukti nyata kepedulian mereka terhadap masyarakat pesisir,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, pemerintah juga menyerahkan bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 nelayan Desa Batu Beriga, serta bantuan alat Garmin Fishfinder dari tim Garmin Marine kepada koperasi nelayan setempat.
Tidak hanya berfokus pada teknologi tepat guna di bidang perikanan tangkap, tim Dospulkam juga membekali para istri nelayan cara pengolahan ikan menjadi berbagai produk olahan bergizi yang dibagikan kepada anak-anak PAUD. Selain itu, mereka mengajarkan teknik pengemasan bumbu lempah kuning khas Bangka untuk memperluas peluang pemasaran.
Tulis Komentar