Foto: Foto bersama usai pembukaan pelatihan. (Dok Unhas)
Parepare - Puluhan nelayan dan ibu kelompok perikanan Kota Parepare mengikuti pelatihan teknologi penangkapan dan pengelolaan ikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas. Jumlah peserta mencapai 43 orang.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Parepare Anugerah Tenrisa’na Rifai berharap penggunaan teknologi lampu LED bawah air dapat diadopsi secara luas. Teknologi ini digadang-gadang mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
Rifai juga berujar bahwa kelompok ibu nelayan memperoleh banyak manfaat dengan pelatihan pembuatan produk olahan. Dia pun berharap ada pelatihan lanjutan guna meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi.
Ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan Cempae Parepare, Ahman Kurniawan, mengapresiasi kontribusi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas dalam memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif bagi nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian LPPM Unhas Muhammad Kurnia PhD menjelaskan kegiatan ini untuk menjawab tantangan rendahnya penguasaan teknologi penangkapan dan pengolahan ikan yang berdampak pada produktivitas dan pendapatan masyarakat pesisir.
Dalam dialog awal antara tim pengabdian dan peneliti Unhas bersama masyarakat nelayan dan warga setempat, kata dia, diidentifikasi persoalan rendahnya pemanfaatan teknologi alat bantu seperti lampu LED pengumpul ikan serta tingginya biaya operasional.
Termasuk manajemen kelompok usaha yang belum optimal, serta teknik pengolahan hasil tangkapan yang masih konvensional.
“Untuk menjawab persoalan tersebut, kami memfokuskan kegiatan pengabdian pada tiga sasaran utama, yaitu penerapan teknologi lampu LED pengumpul ikan untuk meningkatkan hasil tangkapan, pembuatan produk olahan ikan dengan varian baru bernilai jual tinggi, dan pelatihan manajemen administrasi serta sistem pemasaran digital,” kata Kurnia.
Tulis Komentar