Foto: Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda (Batik oranye corak merah) bersama sejumlah pengurus ASPEKSINDO saat konferensi pers. (Istimewa)
Jakarta - Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai bersama Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) dalam mengawal masa depan maritim di kawasan selatan Sulawesi Selatan.
Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda bersama Direktur Eksekutif Aspeksindo Andi Fajar Asti dan jajaran pengurus lainnya melakukan audiensi resmi dengan Wakil Presiden RI di Istana Wapres, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan potensi lokal dengan kebijakan nasional.
Menembus Pasar Global dari Pesisir Sinjai
Dalam keterangannya usai pertemuan, Andi Mahyanto Mazda menekankan bahwa Sinjai bukan sekadar wilayah pesisir biasa, melainkan lumbung energi ekonomi baru bagi Sulawesi Selatan. Ia memaparkan bagaimana komoditi unggulan daerahnya telah mampu menembus pasar internasional.
"Sinjai punya potensi kemaritiman yang melimpah. Artinya berpeluang menjadi potensi besar ekonomi baru Sulawesi Selatan, khususnya di kawasan selatan," ujar Andi Mahyanto usai pertemuan dengan Wapres RI, Kamis, (7/5/2026).
Ia menambahkan bahwa sektor perikanan tangkap dan budidaya di Sinjai telah menjadi tulang punggung bagi ketersediaan pangan di tingkat provinsi.
"Hasilnya sudah ekspor ke kota sekitar. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, komoditi unggulan berupa ikan pelagis besar dan kecil, serta ikan karang, sudah diekspor ke luar negeri," lanjut dia.

Ekosistem Alami dan Wisata Bahari
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif ASPEKSINDO, Andi Fajar Asti sekaligus putra daerah yang kini tengah menempuh studi doktoral di IPDN, menyoroti sisi eksotisme alam Sinjai yang belum tergarap maksimal.
Menurut Fajar, Sinjai memiliki keunggulan kompetitif berupa biaya logistik yang efisien dan kondisi lingkungan yang masih terjaga.
"Sinjai juga punya potensi bahari yang eksotis. Ekosistemnya masih alami, pasir putihnya luhur, dan biaya transportasi lautnya juga relatif murah dari daratan," ungkap Fajar.
Namun, ia menegaskan bahwa untuk mentransformasi potensi tersebut menjadi industri yang modern, diperlukan intervensi dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, terutama dalam hal pemenuhan fasilitas penunjang.
"Untuk memajukan fasilitasnya ini, daerah tentu membutuhkan back-up dari pusat. Saya kira Sinjai sangat cocok menyediakan wisata snorkeling atau diving, juga pengembangan suvenir lokal," tambah dia.
Sinergi Daerah dan Pusat
Fajar mengharapkan audiensi itu membuka keran investasi dan dukungan infrastruktur bagi Kabupaten Sinjai. Ia menganggap fokus pada sektor perikanan dan pariwisata bahari sebagai langkah paling rasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di era ekonomi biru.
Dengan dukungan Wapres, langkah duet tokoh asal Sinjai ini menjadi harapan baru agar kekayaan laut di "Bumi Panrita Kitta" tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga berkontribusi nyata pada kedaulatan maritim Indonesia.
Tulis Komentar