maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Wapres Gibran Selamati Harlah-Munas Aspeksindo: Aspeksindo Jembatan Sinergitas Pemda dan Pusat

$rows[judul] Foto: Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. (BPMI Setwapres)

Jakarta - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menyelamati Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) atas hari lahir yang ke-8 tahun serta pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 di Hotel Bidakara Jakarta, esok, Selasa, 12 Agustus 2025.

Gibran menyampaikan hal itu melalui unggahan video resmi yang diunggah Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden (BPMI Setwapres), Senin, 11 Agustus 2025, malam.

Putra sulung Presiden RI ke-7 itu menegaskan Aspeksindo selama ini telah memainkan peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat. Karena itu, ia percaya Munas yang akan digelar esok hari adalah momentum regenerasi pengurus dan penguatan serta pengembangan visi organisasi.

“Selamat ulang tahun yang ke-8 kepada seluruh keluarga besar Aspeksindo. Semoga Aspeksindo bisa terus menjadi jembatan dalam memperkuat sinergitas pembangunan di daerah kepulauan dan pesisir guna mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat sesuai visi Presiden Prabowo,” ujar Gibran, sumringah.

Bagi dia, kekayaan alam Indonesia, khususnya di sektor maritim bukanlah isapan jempol. Karena itu, Gibran menyebut perlunya organisasi yang konsentrasi dalam pengelolaan sumber daya alam yang melimpah itu.

Aspeksindo, bagi dia, adalah organisasi yang tepat dan paling bertanggungjawab mengelola pengembangan yang berkelanjutan.

“Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa di bidang ekonomi biru. Oleh sebab itu saya mendukung peran Aspeksindo dalam pengembangan potensi ini, baik dalam pengembangan budidaya aquatic, pariwisata, hilirisasi sektor kelautan dan perikanan,” tegas Gibran.

Hal lain yang juga penting bagi Gibran, adalah krisis iklim yang semakin parah. Kabar buruknya, kata dia, wilayah pesisir adalah tempat yang paling rentan terkena dampak, salah satunya adalah banjir rob.

Sehingga, ia mengharapkan momentum Munas menjadi ajang refleksi bersama. Tak hanya pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga menyusun strategi taktis untuk mengantisipasi dampak buruk krisis iklim.

“Di sisi lain, dampak perubahan iklim akibat pemanasan global sudah semakin nyata kita rasakan dan menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah kepulauan dan pesisir. Ini harus diantisipasi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga saya berharap momentum ini menjadi titik tolak untuk memperkuat sinergi dan menghasilkan solusi nyata sebagai respons tantangan pembangunan wilayah kepulauan dan pesisir,” tandas dia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)