maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Akademisi Universitas Brawijaya Bahas Budidaya Ekspor Udang

$rows[judul]

Jakarta - Dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Zulkisam Pramudia, S.Pi., M.P mewakili Universitas Brawijaya (UB) dalam Forum Banyuwangi Shrimp Fair 2025. Kegiatan yang berlangsung pada (14-16/10/2025) di eL Hotel Banyuwangi ini menjadi ajang strategis bagi akademisi dan pelaku industri perikanan untuk membahas tantangan permasalahan budidaya, khususnya ekspor udang nasional ke pasar Amerika Serikat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) menghadirkan ratusan pembudidaya udang dari berbagai wilayah Indonesia, serta pelaku industri perikanan dari sektor pakan, pengolahan, dan ekspor.

Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah hambatan ekspor udang ke Amerika Serikat akibat temuan radioaktif Cesium-137 di salah satu kontainer perusahaan asal Serang. Pemerintah melalui BAPETEN telah menerapkan SOP sertifikasi bebas radioaktif sebagai langkah pemulihan kepercayaan pasar internasional.

Selain diskusi panel, forum ini juga menghadirkan simposium, seminar, dan pameran teknologi yang menampilkan inovasi dalam budidaya udang, efisiensi produksi, dan strategi diversifikasi pasar ekspor. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara akademisi dan industri untuk menyelaraskan pendekatan ilmiah dan praktik lapangan.

Zulkisam menyampaikan, partisipasi perguruan tinggi dalam forum ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan industri udang nasional.

“Kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha sangat penting untuk menjawab tantangan global melalui riset dan pengembangan teknologi budidaya yang berkelanjutan,” ujar Zulkisam.

Dari kalangan akademisi, hadir perwakilan beberapa perguruan tinggi. Selain UB, turut hadir mewakili Universitas Airlangga (Unair), yakni Prof. Endang Dwi Masithah, Guru Besar dan Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Dengan mengusung tema Getting Revival with Innovation & Creativity, Banyuwangi Shrimp Fair 2025 menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci untuk menjaga daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya SDG 2, 9, 14 dan 17 di sektor kelautan dan perikanan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)