Foto: Direktur Eksekutif Aspeksindo Andi Fajar Asti sampaikan materi. (Foto Umar/maritimnews.co)
Jakarta - Peserta Sekolah Duta Maritim yang diselenggarakan Aspeksindo mulai menerima materi pertama. Direktur Eksekutif Aspeksindo Andi Fajar Asti hadir langsung sebagai narasumber di Kantor Aspeksindo di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/8/2025) malam.
Dihadapan 40 peserta dari berbagai daerah, Fajar menjelaskan Sejarah Aspeksindo. Fajar mengatakan, Aspeksindo digagas oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI).

“Aspeksindo didirikan pada tanggal 10-08-2017 bersamaan dengan hari kebangkitan teknologi Nasional. Aspeksindo didirikan dalam forum Kongres Nasional Maritim HMPI,” kata Fajar dihadapan finalis duta maritim.
Selanjutnya, Aspeksindo dibentuk dari hasil kesepakatan yang dideklarasikan oleh para Kepala Daerah di wilayah Kepulauan dan pesisir seluruh Indonesia. Fajar kemudian mengajak seluruh elemen berkontribusi mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan.
“Kita mengajak pemerintah daerah, partai politik, tokoh nasional, untuk peduli kesejahteraan masyarakat daerah pesisir dan kepulauan. Kita menginginkan keterlibatan semua pihak karena wilayah pesisir kepulauan tidak boleh diabaikan. Apalagi 60 persen wilayah kita adalah laut,” ungkapnya.
Selain menceritakan perjalanan Aspeksindo, Fajar juga membangkitkan optimisme peserta terkait besarnya potensi maritim Indonesia. Dia meyakinkan peserta agar ke depan dapat terlibat dalam pemanfaatan potensi tersebut.
“Negara maju itu yang memiliki wilayah perairan yang luas. Laut daerah strategis karena disitu ada potensi ekonomi yang besar,” ungkapnya.

Fajar berharap para finalis Duta Maritim Aspeksindo menguasai teknologi agar mampu mandiri mengelola kekayaan maritim Indonesia. Menurutnya, potensi ini menghasilkan nilai ekonomi yang dapat menghapus ketimpangan dan kemiskinan daerah pesisir dan kepulauan.
“Saya harap kalian semua supaya bisa memanfaatkan teknologi dalam mengelola sumber daya alam. Jangan selalu kita menangkap terus dijual ke orang asing karena harganya akan jauh lebih mahal, kasian nelayan kita,” harap Fajar.
Tulis Komentar