maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Pelabuhan Buluminung Terapkan Retribusi dengan Sistem Digital

$rows[judul] Foto: Peresmian digitalisasi retribusi pelabuhan. (Dok istimewa)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memulai terobosan layanan publik berbasis teknologi. Salah satu langkah nyatanya adalah peluncuran sistem digitalisasi retribusi jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Buluminung, Senin (4/8/2025).

Peluncuran tersebut menandai integrasi sistem retribusi dengan metode pembayaran digital berbasis QRIS, hasil kerja sama Pemkab PPU bersama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim-Kaltara dan Bank Indonesia (BI). Kegiatan launching digelar langsung di kawasan Pelabuhan Buluminung, Kecamatan Penajam.

Bupati PPU, Mudyat Noor meresmikan penggunaan sistem digital tersebut, yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD PPU, Raup Muin, Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Andhika Ganessakti.

Kepala Kejaksaan Negeri PPU, Devi Love Marbuhal Oktario Hutapea, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, jajaran PT BPD Kaltim Kaltara, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Mudyat Noor menyampaikan, digitalisasi sistem retribusi menjadi bagian dari langkah strategis daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang modern, efisien, dan akuntabel.

“Layanan retribusi berbasis digital bukan sekadar inovasi, tetapi wujud nyata komitmen kita dalam mendukung transformasi digital di sektor pelayanan publik. Sistem ini dibuat agar transparan, tertata, dan mengurangi kelalaian serta potensi pungutan liar,” tegas Mudyat.

Ia menekankan digitalisasi bukan hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sistem yang transparan dan minim celah manipulasi, diharapkan kebocoran-kebocoran anggaran yang sebelumnya terjadi bisa ditekan seminimal mungkin.

“Target PAD ke depan tentu harus naik tiap tahun. Melalui sistem digital ini, kami optimistis pendapatan bisa meningkat karena lebih tertib dan terkendali,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab PPU juga berencana menambah fasilitas pendukung di kawasan pelabuhan. Mulai dari musala, tempat istirahat, hingga sarana umum lainnya untuk menunjang kenyamanan para pengguna jasa pelabuhan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari visi besar Pemkab PPU dalam mengembangkan aset daerah agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi PAD.

“Intinya adalah bagaimana seluruh fasilitas milik Pemda bisa dimaksimalkan dan digitalisasi adalah kunci untuk mengawali itu semua,” pungkasnya

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)